Pentingnya Makan Buah dan Sayur Ketika Puasa

22 Mei 2018 Artikel Kesehatan


Yang dimaksud dengan berpuasa yang benar adalah puasa yang memenuhi kaidah agama dan kesehatan. Hal itu antara lain tampak dalam perilaku makan dan minum pada saat berbuka dan sahur. Sesuai yang disunnahkan, berbuka puasa sebaiknya menggunakan makanan yang manis. Karenanya, masyarakat seringkali membuat sajian seperti kurma, minuman dawet, sirup maupun kolak. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, kemudian santapan dilanjut dengan makanan berat seperti nasi ataupun karbohidrat lain. Tapi, adakah sajian buah dan sayur dalam menu makanan tersebut?

Sayur dan buah sangat penting untuk dikonsumsi saat sahur maupun berbuka ketika menjalani puasa Ramadhan. Pasalnya, ketika puasa tubuh cenderung kekurangan cairan karena tidak minum dalam jangka waktu yang lumayan lama. Selain itu, buah dan sayur juga mengandung serat yang baik sehingga mencegah sembelit atau susah buang air besar ketika bulan puasa.

Saat puasa usus akan mengecil karena tidak adanya makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaan. Makanan pertama yang dikonsumsi saat berbuka merupakan kunci untuk menyegarkan tubuh agar tetap bugar setelah seharian berpuasa. Sayur dan buah merupakan makanan yang mudah dicerna sehingga sangat baik dijadikan menu ketika berbuka. Selain itu, konsumsi sayur dan buah juga dapat memenuhi cairan tubuh namun tidak membuat perut kembung.

Bagi pasien dengan kondisi tertentu misalnya penderita penyakit jantung, konsumsi sayur dan buah sangat penting untuk mengimbangi masuknya lemak dalam tubuh. Lemak jahat, terutama kolesterol, akan terserap ke dalam tubuh dan dapat tertimbun dalam lapisan dalam pembuluh darah. Penimbunan lemak yang terjadi ini akan menyumbat aliran darah jika dibiarkan. Akibatnya akan terjadi gangguan di sekitar area yang tersumbat karena sel tubuh tidak mendapat asupan nutrisi dan oksigen. Jika penyumbatan terjadi di jantung akan menyebabkan penyakit jantung, sedangkan penyumbatan yang terjadi di otak akan memicu stroke. Tidak ada makanan yang benar-benar harus dihindari bagi penderita jantung, meskipun begitu mengonsumsinya juga tidak boleh berlebihan dan harus seimbang. Misalnya bagi orang yang menyukai daging, boleh saja mengonsumsinya asalkan dalam porsi kecil dan diimbangi dengan asupan buah dan sayur serta rajin olahraga untuk membakar lemak.

Beberapa buah yang baik untuk santapan berbuka puasa antara lain semangka, pepaya, anggur dan apel karena lebih mudah dicerna dan memiliki nutrisi yang memberikan energi. Akan sangat nikmat ketika berbuka puasa dengan satu gelas jus buah segar seperti jus melon, jus semangka atau jus alpokat. Akan tetapi ada buah yang sebaiknya dihindari pada awal berbuka seperti buah jeruk atau nanas karena terlalu asam sehingga kurang aman bagi penderita maag atau yang memiliki keluhan asam lambung tinggi. Jus buah juga bisa diganti dengan jus sayuran seperti jus wortel, jus tomat, jus seledri atau jus bayam. Agar lebih nikmat, bisa ditambahkan madu ketika membuat jus.

Akhirnya dengan berpuasa kita bisa mengatur makan, mengurangi konsumsi karbohidrat dan lemak, mengurangi rokok bagi yang merokok, tetap melakukan aktivitas, serta meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan. Rangkaian aktivitas sehat ini akan membuat tubuh kita sehat dan terhindar dari berbagai penyakit degeneratif seperti stroke, sakit jantung, dan obesitas. Selamat menjalani puasa dan niati dengan ikhlas.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)