Pentingnya Deteksi Dini Saat Bayi Baru Lahir

5 November 2009 Artikel Kesehatan


Jakarta, Saat memiliki bayi yang baru lahir semua orangtua pasti akan merasa senang dan bahagia. Tapi sebaiknya para orangtua juga melakukan pemeriksaan awal pada bayinya yang baru lahir untuk mengetahui apakah ada kelainan atau tidak.

Pemeriksaan pada bayi baru lahir ini biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah ada penyakit atau gangguan tertentu pada si bayi, seperti penyakit bawaan atau turunan dari orangtua. Setelah dilahirkan, sebaiknya petugas kesehatan memeriksa fungsi pendengaran bayi dan menganalisis sampel darah yang diambil dari tumit bayi untuk mendeteksi gangguan tertentu.

Sebagian besar kelainan tidak akan terlihat pada saat bayi baru lahir. Jika dokter berhasil mengidentifikasi suatu kelainan sejak masih bayi, maka bisa diberikan beberapa perawatan agar penyakit tersebut tidak menjadi serius dan membahayakan si bayi nantinya.

Pemeriksaan pada bayi baru lahir hanya memberikan informasi awal bagi dokter untuk bisa memutuskan apakah perlu melakukan tes diagnostik lebih lanjut untuk benar-benar mengetahui ada masalah atau tidak. Biasanya hanya terdapat 1 dari 1.000 bayi lahir yang terdiagnosa bermasalah.

Saat masih di rumah sakit, petugas kesehatan akan mengambil sampel darah dan mengirimnya ke laboratorium. Hasil pemeriksaan dikirimkan kembali ke dokter dan orangtua akan dihubungi untuk memberitahu apakah ada sesuatu yang terdiagnosa atau tidak serta menentukan apa langkah selanjutnya.

Waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan ini adalah pada hari kedua atau ketiga dan paling lambat pada hari ketujuh. Ini dilakukan karena ada beberapa penyakit yang belum bisa terdeteksi pada saat baru melahirkan.

Dikutip dari Babycenter, Kamis (5/11/2009), ada beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan pada bayi, seperti:

Metabolisme asam amino. Efek dari kelainan ini adalah tubuh tidak bisa memetabolisme asam amino dengan baik sehingga akan membentuk zat pembangun protein yang sedikit.Metabolisme asam organik. Efek dari kelainan ini adalah memiliki masalah dalam memecah zat kimia seperti asam amino, lemak, gula dan steroid. Jika zat asamnya terakumulasi dalam tubuh bisa menyebabkan toksik atau racun.Oksidasi asam lemak. Efeknya bermasalah dalam mengubah beberapa lemak menjadi energi bagi tubuh, padahal hampir semua proses di dalam tubuh bergantung dari pasokan energi sebagai bahan bakarnya.Hemoglobinopathies. Untuk mengetahui apakah memiliki jenis dan jumlah hemoglobin yang normal atau tidak. Karena hemoglobin merupakan suatu protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.Pemeriksaan lainnya. Pemeriksaan ini meliputi berbagai fungsi sistem tubuh, hormon hingga pendengaran.
gambar: ehow

sumber: health.detik.com