Penggemar Karbohidrat Berisiko Sakit Jantung

15 April 2010 Artikel Kesehatan


Perempuan yang mengonsumsi karbohidrat sederhana (seperti beras atau nasi putih, roti putih, pizza dan beberapa jenis pasta) dalam jumlah besar, lebih berisiko menderita penyakit jantung.

Menurut hasil studi yang dilakukan peneliti dari Italia, perempuan yang paling banyak mengonsumsi karbohidrat bersiko dua kali lipat lebih besar mengalami gangguan jantung dibandingkan mereka yang paling sedikit makan karbohidrat.

Apa penyebabnya? Menurut temuan peneliti, bahaya berasal dari karbohidrat olahan (refined carbohydrates) yang seringkali memiliki skor indeks glisemik (Glycaemic Index/GI) tinggi. GI menentukan kecepatan glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah setelah dikonsumsi, dengan rentang dari nol hingga 100.

Peneliti dari Milan menyatakan, makanan tinggi GI merupakan penyebab utama peningkatan risiko serangan jantung pada perempuan.Bukan hanya sekadar jumlah karbohidrat yang dikonsumsi.

Sekitar 25 persen perempuan yang makan paling banyak karbohidrat (sekitar 335 gram sehari) berisiko dua kali lebih besar mengalami penyakit jantung dibandingkan 25 persen partisipan yang makan paling sedikit karbohidrat (230 gram).

"Makan karbohidrat tinggi GI dalam jumlah besar terlihat memengaruhi perkembangan penyakit jantung koroner ," tutur peneliti Dr Sabina Sieri dari Fondazinoe IRCCS Istituto Nazionale dei Tumori, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Selasa (13/4).

Namun, terang Sieri, hal ini hanya berlaku pada perempuan. Pada laki-laki, tidak ditemukan hubungan antara asupan karbohidrat atau kandungan GI dengan penyakit jantung. Hal ini, menurut Sieri, kemungkinan karena efek berbahaya lemak darah merupakan faktor risiko yang lebih kuat pada perempuan dibandingkan pada laki-laki.

Dalam studi ini, sumber karbohidrat tinggi GI utama adalah roti, gula, madu atau jam, pizza dan beras putih. Makanan rendah GI termasuk pasta, buah-buahan dan kue. (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat