Pencegahan Flu Babi Harus Sejalan dengan Kemajuan Pariwisata

12 Agustus 2009 Artikel Kesehatan


Pandangan tersebut dilontarkan mantan menteri pariwisata yang kini memposisikan diri sebagai pengamat, I Gede Ardika, saat ditemui di Solo, Selasa (11/8). "Penanganan dengan cara cegah, cekal, dan yang mengarah pada tindakan semena-mena, apalagi sampai menggeneralisasi suatu negara bukanlah jalan keluar yang baik. Pasalnya, itu justru bisa membunuh pariwisata nasional," katanya.

Ia berpendapat, langkah penanggulangan yang terbaik adalah dengan menyiapkan tenaga-tenaga medis yang mumpuni untuk itu. Dengan memberikan bekal pengetahuan karakteristik mengenai penyakit tersebut kepada mereka akan jauh lebih bermanfaat.

Cara ini pernah dilakukannya saat menangani penyebaran penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan terbukti cukup efektif. Penyebaran bisa ditekan dan kunjungan pariwisata tidak terpengaruh.

Berwisata, kata Ardika, adalah hak asasi manusia, karena itu harus dihormati. Jangan sampai karena hanya beberapa orang yang terkena suatu negara lalu di-blocking, warganya tidak boleh datang berkunjung.

"Seperti yang dialami Meksiko, misalnya. Gara-gara sejumlah warganya terkena flu babi, semua wisatawannya dipulangkan akibat persepsi yang tidak jelas. Ini pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Coba kalau ditimpakan ke kita," katanya. (FR/OL-04)

Media Indonesia Online