Pemberian Asam Folat Saat Hamil Sudah Terlambat

8 Desember 2011 Artikel Kesehatan


Para ibu hamil mungkin sudah mengenal manfaat asam folat. Konsumsi asam folat yang cukup merupakan kunci perkembangan dan metabolisme sel pada awal terjadinya pembuahan. Oleh sebab itu, asam folat sebenarnya harus dicukupi sebelum seorang perempuan hamil.

Menurut dr.Saptawati Bardosono, ahli gizi dari Perhimpunan Nutrisi Indonesia, suplementasi zat besi dan asam folat yang diberikan selama kehamilan sebenarnya sudah terlambat.

"Seharusnya sebelum hamil kadar asam folat dalam tubuh calon ibu sudah cukup, sehingga ketika terjadi pembuahan dan pembelahan sel pada satu bulan pertama janin tidak akan kekurangan," paparnya dalam acara konferensi pers simposium Early Life Nutrition yang diadakan Nutricia di Jakarta (6/12).

Kekurangan asam folat akan menyebabkan bayi menderita spina bifida dan kecacatan lainnya. Asam folat juga diketahui sebagai koenzim untuk produksi DNA serta meningkatkan replikasi sel.

"Asam folat sangat dibutuhkan justru pada saat kehamilan belum disadari, yakni pada minggu kedua sampai keempat pertumbuhan janin," paparnya.

Seorang perempuan usia produktif membutuhkan asam folat 400 mikrogram setiap harinya. Kita bisa mendapatkannya dari sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, buah-buahan seperti lemon, pisang, dan melon, serta produk makanan yang sudah difortifikasi.

"Suplementasi asam folat dan juga zat besi seharusnya dimulai sejak seorang pasangan merencanakan pernikahan atau sejak usia remaja putri," katanya.

Sumber: kompas.com