Pekerjaan dengan Risiko Depresi Terbesar

23 Februari 2011 Artikel Kesehatan


Apa sajakah profesi yang ternyata memiliki risiko depresi terbesar? Berikut 5 di antaranya. Namun, bila Anda memiliki salah satu profesi di bawah, bukan berarti Anda mesti berganti karier.

"Ada aspek-aspek tertentu dari setiap pekerjaan yang dapat berkontribusi atau memperburuk depresi," kata Deborah Legge PhD, penasihat kesehatan jiwa dari Buffalo, seperti dikutip dari Shine.com. "Orang-orang dengan tingkat stres kerja yang tinggi sebenarnya memiliki kesempatan lebih besar untuk mampu mengelolanya bila mereka mampu mengurus diri sendiri dan mendapatkan bantuan dari orang lain." Berikut kesepuluh profesi tersebut:

1. Perawat pribadi
Ini merupakan pekerjaan dengan risiko stres tertinggi. Rutinitas harian mereka meliputi memberi makan, memandikan, dan merawat serta memerhatikan pasien. Sang pasien yang biasanya adalah orang lansia maupun anak-anak terkadang tak memiliki kemampuan untuk membalas kebaikan mereka atau sekadar mengekspresikan rasa terima kasih. "Itulah yang membuat pekerjaan ini terasa begitu sulit karena terlalu sering melihat orang tak berdaya, tapi ia sendiri tidak mendapatkan adanya dorongan atau motivasi positif dari oarng lain," kata psikolog Christopher Willard dari Tufts University.

2. Pekerja kesehatan
Ini meliputi dokter, perawat, terapis, dan pekerja medis lainnya. Mereka yang bekerja di rumah sakit biasanya memiliki jam kerja yang tak pasti dan dalam waktu lama. Keharusan untuk senantiasa memerhatikan pasien sering kali membuat mereka lupa untuk memperhatikan diri sendiri. Tak pelak, stres pun bisa dengan mudah melanda mereka.

"Setiap hari mereka mesti melihat orang yang sakit, trauma, dan kematian. Tak hanya itu, mereka pun harus berurusan dengan keluarga pasien," kata Willard. "Sepertinya yang mereka lihat kebanyakan adalah kesedihan."

3. Artis dan penulis
Pekerjaan di atas pada umumnya memiliki penghasilan tak menentu, jam kerja tak pasti, dan kemungkinan terisolasi. Orang yang kreatif mungkin juga memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi, terutama pada pria. "Satu hal yang paling menonjol dari profesi ini adalah penyakit bipolar atau gangguan jiwa," kata Legge.

4. Guru
Sekian hari, tuntutan kepada pengajar semakin semakin bertambah saja. Banyak pula yang merasa tak puas dengan kerja guru, terutama di sekolah, dan memutuskan untuk mengikutsertakan anak mereka untuk homeschooling.

"Ada banyak tekanan dan tuntutan, baik dari orang tua, anak-anak, dan lembaga pendidikan yang ingin meningkat standar kualitas pengajaran," kata Willard. "Ini bisa menyulitkan para guru untuk dalam melakukan pekerjaan dan merek pun kembali berpikir alasan semula mereka berkecimpung dalam profesi ini."

5. Penasihat keuangan dan akuntan
Stres. stres, dan stres. Banyak orang tidak suka berurusan dengan tabungan pensiun mereka sendiri. Jadi bisa Anda bayangkan bagaimana rasanya menangani jutaan atau miliaran uang untuk orang lain?

"Begitu besar tanggung jawab yang diembang dalam mengelola keuangan orang lain," kata Legge. "Ada pula rasa bersalah karena terlibat. Ketika klien yang kehilangan uang, mereka sudah punya seseorang untuk disalahkan."(Pri/OL-06)

Sumber: mediaindonesia.com