Pare, Si Pahit yang Bermanfaat bagi Kesehatan

15 Maret 2013 Artikel Kesehatan


Sayur satu ini sangat pahit jika dimakan. Namun, jangan anggap enteng. Di balik rasa pahit itu ternyata tersimpan banyak manfaat untuk kesehatan.

Sayuran ini tak asing lagi bagi kita. Namanya sayur pare. Bahasa latinnya, Momordica Charantia L. Pare, adalah sejenis sayur yang berbentuk seperti buah. Bentuknya panjang dan lonjong, meski pahit, sayuran ini sangat baik dalam membantu metabolisme tubuh.

Pare ternyata berperan dalam pencegahan dan pengobatan diabetes. Sayuran berwarna hijau ini membantu mengendalikan kadar gula di tubuh anda. Pare melawan makanan manis yang dapat meningkatkan tingkat gula darah, dengan cara menaikkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Bila insulin dalam tubuh mencukupi maka kemungkinan kadar glukosa yang membanjir dapat dicegah, sehingga kadar gula darah menjadi normal atau terkontrol. Pare cocok untuk diet yang efektif.

Pare memiliki kepadatan kalori yang rendah, sehingga jika anda mengonsumsi pare dalam jumlah banyak, berat badan anda tidak bertambah. Selain itu pare mempunyai kadar air yang tinggi yakni 90% dan tentu saja bebas kalori. Semakin banyak air yang dikonsumsi, nafsu makan akan berkurang karena anda merasa lebih kenyang. Kandungan serat dalam pare sebesar 2,6 gram jadi anda membutuhkan waktu lebih lama untuk mencernanya sehingga jarang lapar.

Menurut pedoman diet dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika, makanan kaya serat dapat membantu anda mengontrol berat badan. Satu cangkir pare mengandung 70 % vitamin C, dan 9 % vitamin A. Untuk menghindari rasa pahit dari pare, anda bisa merendamnya dalam air asin dingin selama beberapa jam sebelum dimasak.

Jadi, sayur pare yang memiliki rasa pahit ini memiliki banyak manfaat. Tidak ada salahnya sekali-sekali membuat sayuran yang terbuat dari buah pare ini meski sangat pahit rasanya. Rugi besar jika masih enggan mengonsumsinya.

(Dikutip dari berbagai sumber)