Otot Berubah Jadi Lemak Karena Stop Olahraga?

20 April 2012 Artikel Kesehatan


Banyak orang beranggapan bahwa otot-otot pada tubuh akan berubah menjadi lemak ketika seseorang tak lagi melakukan olahraga. Benarkah? Anggapan itu keliru dan tidak lebih dari sekedar mitos belaka. Otot dan lemak adalah dua jenis entitas yang berbeda. Ibaratnya, buah apel tidak mungkin bisa menjadi jeruk atau sebaliknya.

Otot tidak dapat dan tidak mungkin berubah menjadi lemak, sekalipun seseorang berhenti berolahraga. Kenapa? Karena jika seseorang berhenti berolahraga, otot hanya akan menyusut, tetapi tidak akan berubah menjadi lemak. Di sisi lain, seseorang yang makan dalam jumlah berlebihan dan sama sekali tidak melakukan latihan, akan memicu timbulnya akumulasi lemak segar dan sebelum Anda menyadarinya, badan Anda akan menjadi lebih berat dan lebar.

Ketika seseorang berhenti berolahraga, maka ukuran otot akan kembali ke bentuk semula, seperti ketika seseorang belum memulai berolahraga. Semakin lama Anda berhenti dari aktivitas fisik, maka otot akan semakin kecil.

Seorang pelatih kekuatan dan kebugaran Arnav Sarkar mengatakan, penting untuk dipahami bahwa jaringan otot dan jaringan adiposa (jaringan lemak) adalah dua jenis jaringan yang sama sekali berbeda dan tidak pernah bisa berubah menjadi yang lain.

"Benar, ketika Anda berhenti berolahraga, massa otot Anda akan berkurang dan jaringan lemak Anda akan menjadi lebih besar, tetapi bukan otot-otot yang berubah menjadi lemak," katanya.

Sementara itu, Wanitha Ashok, ahli kebugaraan menyampaikan, berubahnya otot menjadi lemak adalah mitos. Otot dan lemak adalah dua jaringan yang berbeda dan tidak memiliki koneksi apapun.

Kedua ahli berkesimpulan, ukuran otot dapat berkurang bila seseorang berhenti dari rutinitas aktivitas fisik, tapi hal itu tidak akan pernah mengubah otot menjadi lemak. Para ahli mengimbau, jika seseorang tidak dapat pergi ke pusat-pusat kebugaran atau gym, mereka dapat menggantinya dengan melakukan latihan sederhana di rumah atau latihan kardio di luar ruangan untuk menghentikan timbulnya jaringan lemak.

Sumber: healthmeup.com, kompas.com