Orang Gemuk Lebih Peka Bau Makanan

19 November 2010 Artikel Kesehatan


Orang yang kegemukan diduga hidungnya lebih peka pada bau makanan. Studi awal yang dilakukan tim dari University of Portsmouth ini diharapkan bisa menjelaskan mengapa ada sebagian orang yang bisa tetap makan meski sebenarnya sudah kenyang.

Para ahli sejak lama mengetahui bahwa bagian di otak yang memproses bau-bauan juga terhubung dengan bagian otak yang berkaitan dengan makanan.

Dalam penelitian yang dilakukan Dr Lorenzo Stafford dan timnya terhadap 64 responden yang melakukan serangkaian tes penciuman, diketahui bahwa seseorang cenderung lebih peka terhadap aroma makanan justru ketika perut mereka kenyang, bukan ketika lapar. Stafford menduga hal ini merupakan cara tubuh untuk mendeteksi dan menolak makanan yang tidak diperlukan lagi untuk menjaga keseimbangan energi sekaligus mencegah kita untuk makan berlebihan.

Ditemukan pula bahwa orang yang kegemukan, diukur dari indeks massa tubuhnya, memiliki kepekaan indra penciuman lebih tinggi terhadap makanan dibandingkan dengan orang yang kurus, terutama ketika perut mereka sudah terisi penuh. "Karena lebih peka terhadap bau makanan, banyak orang gemuk yang bisa tetap makan meski sebenarnya perut sudah kenyang," kata Stafford menduga.

Sumber: kompas.com
Tags