Omega 3, Nutrisi Terbaik untuk Otak

29 Februari 2012 Artikel Kesehatan


Tidak terelakkan, memasuki usia 50 tahun fungsi organ dalam tubuh, termasuk otak akan menurun. Akibatnya daya ingat akan sedikit berkurang. Tapi, dengan pola makan yang tepat risiko kepikunan bisa dicegah.

Salah satu nutrisi yang telah terbukti efektif baik bagi otak adalah makanan yang mengandung asam lemak omega-3. Penelitian menunjukkan orang yang rajin mengasup makanan seperti ikan salmon, lebih rendah risikonya mengalami penurunan fungsi otak yang mengarah pada penyakit demensia.

"Makanan yang mengandung asam lemak memiliki efek yang positif dalam mencegah penuaan otak, seiring dengan meningkatnya kesehatan vaskular," kata Dr.Zaldy Tan, dari Easton Center for Alzheimer's Disease Research.

Studi sebelumnya mengaitkan risiko demensia dengan kadar asam lemak omega-3 dalam plasma darah yang menunjukkan berapa banyak makanan yang diasup dalam beberapa hari terakhir. Dalam studi terbaru yang dilakukan Tan, para peneliti bisa mengetahui jumlah makanan omega-3 yang sudah diasup dalam beberapa bulan terakhir.

Walau begitu Tan mengatakan bahwa riset yang dilakukannya tidak membuktikan kaitan langsung antara omega-3 dengan penurunan fungsi kogntifi, tetapi memang ditunjukkan adanya kaitan antara kesehatan otak dengan asam lemak.

Dalam penelitian tersebut, 1.500 orang berusia 58-76 tahun melakukan pemeriksaan pemindaian otak MRI dan diambil contoh darahnya. Mereka juga diuji kemampuan kognitifnya untuk mengukur daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, serta kemampuan berpikir abstrak.

Hasilnya diketahui, partisipan yang kadar asam lemak omega-3 nya di bawah 25 persen memiliki ukuran otak yang lebih kecil dibandingkan dengan orang yang lebih sering mengonsumsi makanan mengandung omega-3.

Jenis makanan lain yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan otak adalah sumber vitamin B12 (daging tanpa lemak, hati, susu, keju, telur), asam folat (sayuran hijau), vitamin C (sayuran hijau, buah-buahan), dan vitamin B2 (ragi, susu, telur, kacang tanah, dan kacang-kacangan).

Sumber: HealthDay News, kompas.com