Obesitas Memperlambat Prognosis Kanker Payudara

17 Desember 2009 Artikel Kesehatan


MAKAN berlebih dan minum alkohol buruk bagi penderita kanker payudara. Studi terbaru menemukan, alkohol dalam jumlah sedang saja bisa meningkatkan kemungkinan kanker berulang. Studi lain juga mengkonfirmasi bahwa perempuan yang kelebihan berat badan atau obesitas mempunyai hasil pengobatan (prognosis) yang lebih buruk dibandingkan pasien yang lebih kurus.

Obesitas

Studi yang mempelajari obesitas menemukan, pasien kanker payudara dengan indeks massa tubuh lebih dari normal (lebih dari 25) mempunyai risiko lebih tinggi akibat kanker payudara dibandingkan pasien yang lebih kurus. Selain itu, kanker cenderung terdeteksi lebih lama pada perempuan yang kelebihan berat badan dan efek pengobatan positif juga lebih pendek di antara perempuan yang gemuk.

Dalam 10 tahun pertama masa follow-up, yang berlangsung sekitar 30 tahun, kemo dan terapi hormon sama efektifnya pada perempuan yang obesitas dan perempuan langsing. Akan tetapi setelah 10 tahun, pengobatan menjadi kurang efektif pada perempuan obesitas. Selain itu, terang peneliti, perempuan gemuk yang didiagnosis lebih lama juga menyebabkan penanganan yang berbeda, sehingga turut mempengaruhi hasil.

"Pesan pentingnya, obesitas memperburuk kemampuan pasien bertahan hidup, dan hasil ini konsisten dengan temuan yang telah dipublikasikan sebelumnya," terang peneliti.

Studi lebih lanjut mengenai hubungan alkohol dan obesitas dengan kanker payudara, menurut Kwan, masih diperlukan. Akan tetapi untuk sementara waktu, terang dia, ada baiknya pasien meminimalkan konsumsi alkohol.

Alkohol

Dalam studi yang mempelajari tentang alkohol ditemukan, perempuan yang minum 6 gram atau lebih alkohol, berisiko 34 persen lebih besar mengalami kanker berulang dibandingkan mereka yang minum lebih sedikit.

"Perempuan yang minum kurang dari 6 gram alkohol sehari tidak memiliki risiko mengalami kanker berulang," terang peneliti Marilyn Kwan dari divisi penelitian Kaiser Permanente, Oakland, California, seperti dikutip situs healthday. (OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat