Obat Herbal, Amankah?

21 Juni 2018 Artikel Kesehatan


Kebanyakan masyarakat menganggap obat herbal dalam bentuk jamu, jamu godokan, atau kapsul racikan bisa mengobati berbagai jenis penyakit. Tak sedikit pula yang menganggap obat herbal lebih aman dibanding obat berbahan kimia sintetik.

Di Indonesia, ada ribuan jenis jamu atau obat tradisional berbahan herbal. Namun, baru puluhan jenis obat herbal yang terstandar dan 5 jenis obat fitofarmaka atau obat herbal yang bisa diresepkan dokter. Tetapi, banyak orang percaya obat herbal lebih aman daripada obat kimia, namun bagaimana faktanya?

Jika dibandingkan dengan obat kimia, obat herbal memang cenderung lebih aman. Pasalnya zat aktif pada obat herbal tidak sebesar pada obat kimia. Namun kembali lagi, keamanan obat herbal tergantung pada jenis obatnya dan siapa yang meminumnya.

Obat kimia maupun obat herbal memerlukan syarat karateristik peminumnya. Misalnya, penyandang diabetes perlu meminum obat metformin. Namun penyandang diabetes yang menderita gangguan ginjal tidak dapat meminumnya. Terlebih pada penyandang diabetes dengan gangguan ginjal yang diserta penyakit kardiovaskular. Ini karena metformin akan menambah beban ginjal jika diminum, dan berbahaya bagi orang dengan gangguan ginjal. Demikian pula halnya dengan obat herbal. Meski mengandung bahan-bahan alami tetap saja tidak semua orang bisa meminumnya.

Jika obat herbal diklaim 100 persen aman, maka jangan langsung mempercayainya karena faktor keamanan, selain bergantung pada individu yang meminumnya, juga pada dosis yang diberikan.

Obat, apa pun jenisnya, sudah pasti semua itu memiliki efek samping. Dan pasien harus ingat, kalau satu jenis obat, ada yang cocok untuk orang tertentu tapi belum tentu cocok untuk pasien lainnya.

Jadi, semua tergantung dari individu yang memakai dan mengonsumsinya. Semoga bermanfaat!

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)