Obat Epilepsi Berisiko pada Tulang Bayi

6 Desember 2010 Artikel Kesehatan


Perempuan hamil yang rutin mengonsumsi obat epilepsi berisiko lebih besar melahirkan bayi dengan kelainan tulang belakang atau spina bifida. Adapun spina bifida didefinisikan sebagai celah pada tulang belakang (vertebra) yang terjadi karena bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal menutup atau gagal terbentuk secara utuh.

Dalam penelitian sebelumnya, telah terbukti adanya suatu hubungan antara kondisi itu dan obat jenis asam valproik dan carbamazepine yang biasa digunakan untuk pengobatan epilepsi dan masalah kejiwaan lainnya seperti gangguan bipolar dan skizofernia.

Kini dalam British Medical Journal (BMJ), para peneliti mengonfirmasi danya kaitan itu melalui kajian sistematis dengan menganalisis lebih dari 3,8 juta kelahiran. Tim yang diketuai oleh Profesor Lolkje de Jong-van den Berg dari Universitas Groningen di Belanda telah mencari bukti adanya kelainan yang terkait dengan konsumsi carbamazepine pada tiga bulan pertama kehamilan.

Spina bifida juga diketahui 2,6 kali lipat terjadi pada bayi yang ibunya meminum carbamazepine jika dibandingkan dengan yang tak meminumnya sama sekali. Namun, untuk yang mengonsumsi asam valproik, risiko itu lebih kecil. Para peneliti pun berkesimpulan, "Meskipun obat antiepilepsi terbukti meningkatkan risiko kelainan pada bayi, kemungkinan adanya kejadian itu masih terbilang langka."

Maka itu, para peneliti pun menyarankan, "Pilihan terbaik untuk mengonsumsi obat antiepilepsi saat hamil yakni dengan mendiskusikannya terlebih dahulu dengan ahli saraf sebelum kehamilan guna menimbang manfaat dan risikonya." (Pri/OL-06)

Sumber: mediaindonesia.com