Obat Diabetes Berisiko Serangan Jantung

1 Juli 2010 Artikel Kesehatan


Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai penelitian dan uji klinis, obat diabetes Avandia ternyata meningkatkan risiko serangan jantung. Akan tetapi, Food and Drug Administration (FDA) baru akan memutuskan nasib obat yang cukup laris ini pada Juli mendatang.

Perdebatan mengenai manfaat dan efek samping Avandia ini menjadi bahasan yang ramai dalam beberapa waktu terakhir. Pada studi meta-analisis yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine disebutkan bahwa obat produksi GlaxoSmithKline itu tidak menunjukkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Sementara itu, studi lain yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa pasien usia lanjut yang mengonsumsi Avandia memiliki risiko terkena serangan jantung lebih besar dibanding pasien yang mengonsumsi obat sejenis merek lain.

Pada tahun 2007, dewan pakar FDA telah menyatakan Avandia memang meningkatkan risiko serangan jantung namun tidak melakukan pelarangan peredaran obat ini.

Avandia disetujui oleh FDA di tahun 1990 untuk mengatasi kenaikan gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Kekhawatiran terhadap efek samping obat ini pada jantung muncul tahun 2007. Sejak itu, berbagai penelitian yang dilakukan membuktikan adanya risiko serangan jantung, meski tak sedikit penelitian yang lebih menitikberatkan pada manfaat obat ini bagi pasien diabetes.

Di tengah semua kontroversi itu, pada tahun 2005, pengadilan memerintahkan GlaxoSmithKline untuk melakukan uji klinis yang hasilnya diumumkan pada publik. Penelitian lalu dilakukan secara acak kepada 35.500 pasien. Ternyata, Avandia memang terbukti meningkatkan risiko serangan jantung antara 28 dan 39 persen, tetapi tidak meningkatkan risiko kematian.

Sumber: Kompas.com