Artikel Kesehatan
4 Mei 2010

Nyaman dengan Lensa Kontak

Tak sampai 12 jam, Bunga melepaskan lensa kontaknya. Dara dengan mata minus empat itu merasa tak nyaman bila berlama-lama memakai lensa kontak. "Mata jadi kering," kata dia.
Saat bepergian, dara pewarta itu biasa melepas lensa kontak dan mengantinya dengan kaca mata. "Jadi ke mana-mana tetap membawa kacamata," kata perempuan berusia 25 tahun itu.
Menurut Dr Tri Rahayu, SpM FIACLE, keluhan yang dialami Bunga jamak terjadi pada pengguna lensa kontak. Rata-rata pemakai lensa kontak memakai benda itu selama 14-17 jam. Mata pemakai lensa kontak biasanya menjadi kering. Tanda mata kering adalah mata merah, gatal, penglihatan kurang baik, dan mata mulai tak nyaman dengan lensa-panas terasa terbakar.

Lensa kontak mulai tak nyaman dipakai karena masa pakai lensa sudah habis. "Sebab lainnya, karena lensa tergores, kering, tertimbun protein, kalsium, dan lemak, atau kurang oksigen," kata dokter spesialis mata dari Departemen Mata FKUI-RSCM ini. Jika mata kurang oksigen, mata bisa bengkak. "Seperti saat bangun tidur," ia menambahkan. Selain itu, tepi kornea bisa memerah atau kornea menebal.

Itu, menurut Tri, akibat area kornea tertutup lensa, sehingga oksigen diambil dari dalam tubuh. Jika terus mengambil oksigen dari pembuluh darah, mata akan memerah. Ini seperti mata orang bangun tidur yang agak bengkak karena kornea hanya mendapat suplai oksigen dari pembuluh darah, bukan dari udara bebas.

Normalnya, tepi kornea yang memerah hanya selebar 0,2 milimeter. Jika lebih dari itu, artinya kornea benar-benar kekurangan oksigen. Kekurangan oksigen yang akut dan dibiarkan bisa menyebabkan kebutaan. Jika lebih dari 0,2 milimeter, lensa kontak harus dilepas atau diganti dengan yang baru.

Lensa kontak yang baik mengandung silikon dan hidrogel. Hidrogel adalah bahan lunak yang nyaman bagi kornea. Sedangkan silikon mengikat oksigen yang disalurkan ke kornea. Kornea harus cukup suplai oksigennya. Selain itu, lensa yang baik dipengaruhi oleh ketebalannya. Makin tebal lensa kontak, makin kecil dayanya dalam menghantarkan oksigen.

Masa pakai lensa kontak beragam, dari yang harian hingga tahunan, tergantung kemampuannya dalam menghantarkan oksigen dan menolak timbunan protein, kalsium, serta lemak. Pada mata manusia, protein, kalsium, dan lemak alami mengalir dari tubuh. Jika tertimbun di lensa, akan membuat mata tak nyaman.

Lingkungan sekitar juga berpengaruh bagi lensa. Lingkungan kerja ber-AC, di depan komputer, atau dengan asap rokok tak baik bagi tubuh, apalagi bagi mata. "Tiga lingkungan itu membuat tubuh lebih kering dan kekurangan oksigen," kata Tri. Lingkungan kerja dengan uap kimia juga tak baik bagi pengguna lensa kontak. "Lensa menarik uap."
Pemakai lensa kontak juga wajib menjaga kebersihan, terutama tangan. "Jangan pelihara kuku," dia berpesan. Kuku, menurut Tri, membawa banyak bakteri yang bisa berpindah ke lensa.

Ia juga maklum bahwa pemakaian lensa harus sesuai dengan peruntukannya. Memakai lensa daily wear (siang hari) untuk tidur akan membuat kornea makin kering. "Pakailah lensa overnight wear (bisa dipakai saat tidur)."

Yang Perlu Diperhatikan
Untuk memakai lensa kontak, diperlukan siasat agar mata tetap nyaman. Berikut ini sejumlah hal yang perlu diperhatikan.
Periksakan mata sebelum memakai lensa kontak. Mata yang terkena infeksi atau alergi tak cocok dengan lensa kontak.Pilih lensa kontak yang cocok. Lensa warna bening lebih baik ketimbang lensa yang berwarna. Sebab, warnanya bisa memudar.Bersihkan lensa setiap pekan.Dalam jangka 6 bulan, periksakan mata Anda ke dokter untuk mengetahui efek samping lensa kontak. Jika terjadi sesuatu, segera lepas lensa dan periksakan ke dokter.Jika Anda berenang, pakailah lensa kontak harian atau sekali pakai.Hindari ruangan uap kimia, berdebu, serta berasap rokok. Lensa mudah menyedot uap.Untuk pengidap diabetes yang kadar gulanya tak terkontrol, lebih baik mereka tak menggunakan lensa kontak. Jika gula darahnya masih bisa dikontrol, pengidap diabetes masih bisa memakai lensa kontak.Hiduplah dengan bersih. Jangan pelihara kuku. Sebab, banyak bakteri dalam kuku yang bisa masuk ke lensa.
nur rochmi/Dokter Tri Rahayu

Sumber: Tempointeraktif.Com

Artikel Kesehatan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris