Nikotin dan Kafein Kikis Imunitas Tubuh

21 Desember 2010 Artikel Kesehatan


Jika ada yang bicara bahwa merokok harus diimbangi dengan minum kopi, tentu saja pendapat tersebut tidak benar. Keduanya bekerja sama buruknya bagi kesehatan karena mampu menyebabkan kekurangan vitamin C atau dikenal juga dengan hipoaskorbemia dan defisiensi asam askorbat.

Tidak ada standar khusus berapa takaran yang diperlukan oleh setiap orang mengonsumsi vitamin C. Tetapi bagi Anda yang merokok, peminum kopi, gemar minum alkohol, mengonsumsi obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral memerlukan ekstra vitamin C.

Kebiasaan merokok misalnya dapat menghilangan 25% vitamin C dalam darah. Jangan lupa, nikotin sama buruknya dengan senyawa lain yaitu kafein. Jadi jika Anda seorang perokok sekaligus penikmat kopi, segeralah berhitung kebutuhan vitamin C Anda. Selain kebiasaan buruk, stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C.

Vitamin C mampu menjaga dan memperkuat imunitas tubuh terhadap infeksi dan terbukti berperan penting dalam meningkatkan kerja otak. Dua peneliti di Texas Woman's University menemukan bahwa murid kelas menengah yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.

Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati.

Sumber: mediaindonesia.com