Nexavar Perlambat Kanker Payudara

30 September 2009 Artikel Kesehatan


"Manfaatnya begitu besar sehingga memungkinkan obat ini menjadi tambahan penting ke barisan pertahan dalam memerangi kanker payudara," tutur peneliti Baselga, MD, yang juga merupakan presiden the European Society of Medical Oncology (ESMO). Selain manfaatnya, lanjut Baselga, Nexavar juga dikemas dalam bentul pil."Sehingga menjadikannya pilihan penanganannya yang mudah digunakan."

Saat presentasi dalam pertemuan European Cancer Organization dan ESMO, Baselga menjelaskan kalau Nexavar bekerja melawan tumor dengan berbagai cara. Nexavar menguras suplai darah tumor, mengganggu sel-sel pemberi sinyal yang mendukung pertumbuahan tumor, serta mencegah divisi sel. Selain itu, Nexavar sebelumnya juga telah diterima untuk mengatasi kanker hati dan ginjal.

Detail studi

Dalam stdui ini, para peneliti melibatkan 299 pasien kanker payudara. Partisipan tersebut secara acak diberikan pil Nexavar atau plasebo. Kedua kelompok juga diberikan pil Xeloda dua kali sehari.

Hasil studi menunjukkan, kanker pada mereka yang menerima plasebo lebih cepat berkembang (rata-rata 4.1 bulan) dibandingkan mereka yang menerima Nexavar (6.4 bulan). Selain itu, terang peneliti, paduan Nexavar-Xeloda juga relatif aman dengan efek ringan berupa diare dan sindrom tangan-kaki (hand-foot syndrome).

Dan efek samping ini, menurut Chris Twelves, MD, seorang profesor dari Leeds Institute of Molecular Medicine, bisa diatasi dengan menerapkan selang waktu penggunaan."Sindrom tangan-kaki bukanlah penyakit yang terjadi dalam semalam. Jika tangan Anda mulai berubah merah dan luka, berkonsultasilah dengan dokter." Dengan begitu, dokter bisa menurunkan dosis atau menghentikan pemakaian untuk sementara waktu. (OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat