Mulut Sehat Cegah Penyakit

14 September 2009 Artikel Kesehatan


Osteoporosis dan gigi tanggal

Osteoporosis (penyakit tulang rapuh) mempengaruhi semua tulang dalam tubuh, termasuk tulang rahang yang bisa memicu gigi tanggal. Bakteri dari sakit gusi parah (periodontis) bisa memecah tulang rahang. Selain itu, penggunaan salah satu obat osteoporosis (bisphosphonates) berisiko meningkatkan kemungkinan osteonecrosis (penyebab matinya tulang rahang). Karena itu, pastikan berkonsultasi dengan dokter gigi Anda jika menggunakan bisphosphonates.

Gusi pucat dan anemia

Jika menderita anemia, kemungkinan mulut Anda akan luka dan pucat. Selain itu, biasanya lidah akan membengkak dan menjadi lebih lembek (glossitis). Anemia, kondisi dimana tubuh kekurangan sel-sel darah merah atau sel darah merah kekurangan hemoglobin, akan menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Ada berbagai jenis anemia dengan pengobatan yang berbeda pula. Karena itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan pengobatan yang tepat.

Kelainan makan erosi email gigi

Seorang dokter gigi tentunya akan lebih mudah mendeteksi adanya kelainan makan seperti bulimia. Asam lambung yang masuk ke mulut akibat muntah berulang akan sangat merusak lapisan email gigi. Selain itu, muntah juga bisa menimbulkan peradangan dalam mulut, tenggorokan, kelenjar air liur dan menyebabkan bau nafas. Di samping itu, gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia juga bisa memicu kekurangan nutrisi serius yang akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan gigi.

Obati sakit gusi bantu redakan rematik

Penderita rematik arthritis (RA) berisiko 8 kali lebih besar menderita sakit gusi dibandingkan mereka yang tidak memiliki penyakit autoimun ini. Penderita RA cenderung kesulitan menggosok gigi dan melakukan flossing karena kerusakan persendian jari. Berita bagusnya, mengatasi peradangan akibat sakit gusi bisa membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan pada persendian.

Gigi tanggal dan sakit ginjal

Orang dewasa yang tidak memiliki gigi lebih berisiko menderita sakit ginjal dibandingkan mereka yang masih memiliki gigi. Hubungan ini, menurut para peneliti, belum 100 jelas. Akan tetapi, menurut peneliti, hal ini dipicu oleh peradangan. Karena itu, ada baiknya tetap menjaga kesehatan gigi dan gusi untuk mengurangi risiko penyakit ginjal kronis.

Sakit gusi dan kelahiran prematur

Perempuan hamil yang menderita sakit gusi, menurut peneliti, lebih berisiko melahirkan prematur dibandingkan mereka yang tidak. Hal ini, menurut peneliti, disebabkan oleh peradangan atau infeksi. Selain itu, kehamilan dengan segala perubahan hormon dinyatakan bisa memperparah penyakit gusi. Karena itu, ada baiknya berkosultasi dengan dokter untuk melindungi Anda dan bayi Anda.

Tampilan gusi sehat

Gusi sehat akan terlihat berwarna merah jambu dan keras kenyal, tidak merah atau membengkak. Untuk menjaga kesehatan gusi, pastikan menjaga kesehatan mulut. Jangan lupa menggosok gigi paling tidak 2 kali sehari, periksa ke dokter gigi secara teratur 6 bulan sekali, dan hindari merokok atau mengunyah tembakau. (OL-08)

sumber: www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat