Multivitamin Belum Tentu Baik untuk Anak

27 November 2019 Artikel Kesehatan


Orang dewasa sudah biasa mengonsumsi suplemen multivitamin. Mereka yang sering kelewatan makan seringkali mengompensasinya dengan tambahan vitamin. Lantas, bagaimana dengan balita?

Banyak orangtua yang beranggapan multivitamin sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Namun, menurut pakar kesehatan Dr Manny Alvarez suplemen vitamin bisa menjadi sumbr penyakit bagi anak.

Alvarez mengatakan, pada usia tertentu, anak balita mulai suka pilih-pilih makanan.. Jika dibiarkan, anak jadi menyukai makanan tertentu saja, sehingga asupan nutrisinya kurang. Hal ini yang membuat orangtua memberikan multivitamin guna "menyumpal" kekurangan nutrisi. Namun bagaimanapun, selama kebutuhan makanannya seimbang sebenarnya anak tidak butuh multivitamin.

"Karena anak-anak tidak perlu jumlah besar vitamin dan mineral, maka dengan sarapan sereal, susu dan mengonsumsi buah seperti jeruk sudah cukup," kata Alvarez.

Lalu, kapan anak membutuhkan suplemen multivitamin? Memang tak mudah bagi orangtua untuk mengetahui zat gizi apa yang belum tercukupi dengan tepat dari asupan harian anak. Menurut Entos Zainal, Kasubdit Bina Gizi Makro, berat badan dan panjang badan anak bisa menjadi indikasi awal untuk mengetahui status gizi.

"Dari semua zat gizi, kita tidak selalu tahu mana yang kurang, jadi suplemen dibutuhkan. Namun makan lebih diutamakan, suplemen hanya dibutuhkan kalau ada potensinya. Misalnya pada anak yang berat badan dan panjang badannya kurang," ungkap Entos.

Selain itu, suplemen multivitamin mungkin juga cocok untuk anak ketika memiliki penyakit kronis tertentu atau alergi makanan, mengikuti program vegetarian, atau kurang konsumsi minuman mengandung vitamin D termasuk paparan sinar matahari.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)