Mudah Penuhi Kebutuhan Kalsium

11 Agustus 2009 Artikel Kesehatan


JAKARTA- Kalsium merupakan salah satu komponen nutrisi yang penting bagi tubuh. Terutama untuk anak dalam masa tumbuh kembang, zat gizi itu memegang peranan penting.
Menurut dokter spesialis Ilmu Kesehatan Anak RS Cipto Mangunkusumo, Dr. Rifan Fauzie, SpA, kalsium memiliki banyak fungsi vital dalam tubuh. Manfaat kalsium untuk membantu proses pertumbuhan tulang dan gigi, proses pembekuan darah, fungsi kerja otot, metabolisme sel, sistem persarafan dan ketahanan tubuh.

"Begitu pentingnya kalsium di dalam tubuh, maka pemenuhan kebutuhan akan kalsium adalah amat penting," ungkap Rifan pada peluncuran varian es krim baru di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sayangnya, pemenuhan kebutuhan kalsium pada anak Indonesia secara umum masih kurang. Padahal sebanyak 99 kalsium yang berada di tulang akan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan kalsium di dalam tubuh secara keseluruhan. Jika pemenuhan asupan kalsium terganggu maka proses tumbuh kembang menjadi tidak optimal.

Rifan menjabarkan, gejala-gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan kalsium seperti gejala awal seperti lesu, lemah, berkeringat, kram otot, nyeri perut, gangguan tidur, kejang karena pembentukan tulang tidak optimal, proses pembekuan darah terganggu dan tulang keropos.

"Untuk itu perlu diupayakan peningkatan asupan kalsium melalui makanan. Sumber kalsium dapat berasal dari nabati seperti sayuran daun hijau, biji-bijian, kacang-kacangan. Sedangkan dari hewan diantaranya adalah daging, telur, susu dan produk dari susu," papar Rifan.

Kebutuhan kalsium bagi anak-anak Indonesia bervariasi sesuai dengan kebutuhannya. Semakin bertambah usianya maka kebutuhan akan kalsium semakin meningkat. Berdasarkan data kecukupan gizi rata-rata bagi anak-anak Indonesia maka setiap harinya untuk kelompok anak usia 0-6 bulan memerlukan 200 mg, 7-11 bulan 400 mg, 1-6 tahun 500 mg, 7-9 tahun 600 mg, dan 10-18 tahun 1.000 mg.

Es Krim


Kalsium dapat diperoleh dari produk susu, diantaranya didapatkan dari es krim. Dengan rasa dan bentuk yang menarik namun bergizi tinggi sehingga digemari oleh anak-anak. Namun sayangnya banyak orang yang salah persepsi terhadap es krim, lanjut Rifan.

Sering terdengar pendapat yang mengatakan kalau es krim itu tidak baik untuk kesehatan. Mitos yang mengatakan es krim itu penyebab kegemukan dan penyebab batuk pilek sangat melekat kuat pada pemikiran sebagian orang tua.

"Mitos penyebab batuk pilek itu tidak benar. Penyebab pilek dan batuk adalah karena virus dan alergen pada anak," kata Rifan

Sedangkan mitos es krim penyebab kegemukan disebabkan oleh energi dan lemak yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan makan yang kurang baik dan faktor keturunan. Sementara kontribusi energi dan lemak dalam es krim per takaran saji sangat kecil yaitu sekitar 10 dari total kebutuhan energi/hari dan 15 dari total kebutuhan lemak/hari.

"Namun untuk kasus alergi susu sebaiknya anak dihindari untuk mengkonsumsi es krim dan produk susu lainnya. Sedangkan alergi trehadap dingin dapat disiasati dengan mencairkan es krim sehingga tidak terlalu dingin," jelas Rifan.

Selain itu es krim juga tidak menyebabkan gigi berlubang, karena gigi berlubang disebabkan oleh fermentasi sisa karbohidrat dan gula yang tertinggal pada gigi. Dianjurkan untuk minum air putih, berkumur atau menggosok gigi setelah mengonsumsi makanan berkarbohidrat yang manis seperti es krim.

Es krim berbahan dasar susu dengan kandungan kalori, protein, lemak sekaligus diperkaya protein dapat membantu pembentukan tulang dan gigi pada anak. Namun Rifan menegaskan, es krim bukanlah sumber kalsium utama. Untuk itu orang tua tetap harus mengatur pola diet anak dengan asupan gizi yang seimbang. (cr1/rin)

Sumber: Republika Online