Mitos Kesehatan yang Perlu Diketahui

1 September 2019 Artikel Kesehatan


Banyaknya mitos kesehatan yang beredar dikehidupan kita, kita sampai bingung mana yang benar dan mana yang salah. Masih ingat ibu-ibu atau bapak-bapak kita kadang kala meminta dikerok karena merasa masuk angin?

Nah, berikut beberapa mitos kesehatan yang perlu diketahui.
1. Kerokan

Jika Anda mengira dengan kerokan bisa mengeluarkan angin yang ada didalam tubuh, itu salah besar. Kerokan menyebabkan pecahnya pembuluh kapiler pada kulit. Hal ini justru berbahaya dan membuat daya tahan tubuh menurun.

2. Tidur setelah makan membuat perut buncit
Buncit disebabkan oleh gas perut atau timbunan lemak karena kesalahan pola makan. Sebaiknya, total kalori makanan yang kita asup sesuai dengan kalori yang akan terbuang. Ketika tubuh bertambah gemuk, lapisan lemak di perut pun akan bertambah. Makan malam di atas pukul 19.00 menyebabkan kegemukan. Sebenarnya tidak masalah makan di atas pukul 19.00 asal porsinya tidak berlebihan. Ketika tidur, tubuh mengeluarkan kalori yang lebih sedikit sehingga proses pencernaan akan melambat. Sisa makanan yang belum dicerna dengan baik bisa ditimbun menjadi lemak di bawah kulit.

3. Cacar air hanya bisa diderita sekali seumur hidup
Umumnya, seseorang memang hanya akan menderita cacar air sekali seumur hidup karena tubuh sudah membentuk sistem kekebalan dari virus tersebut. Ketika virus cacar kembali datang, tubuh sudah siap sehingga dapat langsung dirusak oleh sistem pertahanan tubuh. Namun, tidak tertutup kemungkinan ada orang yang menderita cacar air lebih dari sekali.

4. Makan biji-bijian menyebabkan usus buntu
Usus buntu terjadi karena sistem pengeluaran tubuh yang tidak lancar. Ketika frekuensi buang air besar berkurang, sedangkan makanan di dalam perut tertahan di usus besar, lama-kelamaan bisa naik dan masuk ke usus buntu. Makanan yang sudah membusuk inilah yang akhirnya menyebabkan infeksi sehingga usus buntu mengalami peradangan. Jadi, penyakit ini bukan disebabkan biji-bijian yang tersangkut di usus buntu.

5. Langsung mandi setelah makan berbahaya bagi tubuh
Memang sih, kerja pencernaan kita akan maksimal apabila berada dalam suhu 40 derajat Celsius, namun suhu dingin yang terpapar di luar tubuh sewaktu mandi tidak langsung membuat suhu dalam usus menjadi dingin. Jadi, mandi setelah makan tidak berbahaya hanya saja memperlambat proses pencernaan.

6. Tidak boleh mandi saat cacar
Mitos mengenai penderita cacar tidak boleh mandi sangat bertentangan dengan medis. Menurut dunia kesehatan, sangat penting bagi penderita penyakit kulit seperti cacar atau campak untuk menjaga kebersihan kulitnya untuk mencegah penyebaran penyakit.

7. Mandi malam menyebabkan rematik
Tidak ada hubungan antara mandi malam hari dengan rematik. Selama tubuh dalam kondisi sehat maka tidak akan masalah mandi dimalam hari. Hanya saja, jika sudah terlanjur menderita rematik, lebih baik mandi dengan air hangat.

8. Berselimut tebal saat demam
Pakaian tebal/ selimut akan menaikan suhu tubuh karena hawa panas yang keluar terperangkap dalam selimut. Suhu yang sangat tinggi (39 derajat atau lebih) pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang. Disarankan untuk mengenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin.

Kebanyakan mitos tidak memiliki dasar yang kuat, namun ada pula mitos yang tidak sepenuhnya salah. Karena itu kita hendaknya kritis dalam menanggapi suatu mitos turun-temurun. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)