Minum Susu Kuatkan Efek Olahraga

2 Juni 2010 Artikel Kesehatan


setelah olahraga? Ada baiknya minum susu dibandingkan minuman bergula. Perempuan yang minum dua gelas susu setelah latihan angkat beban, menurut temuan peneliti, membangun lebih banyak otot dan membakar lebih banyak lemak dibandingkan perempuan yang mengonsumsi minuman bergula termasuk minuman berenergi.

"Latihan kekuatan bukan tipe olahraga pilihan perempuan. Tapi, manfaat sehatnya sangat besar," terang peneliti Stuart M. Phillips PhD dari McMaster University di Hamilton, Kanada."Latihan ini meningkatkan kekuatan, kesehatan tulang, otot dan metabolik dengan cara yang tidak bisa dilakukan tipe olahraga lainnya," tambah Phillips, seperti dikutip situs webmd.com, Jumat (28/5).

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Medicine and Science in Sport and Exercise ini, peneliti memonitor perempuan muda yang sebelumnya tidak pernah melakukan latihan kekuatan. Dua jam sebelum berolahraga setiap harinya, para partisipan tidak diizinkan makan dan hanya dibiarkan minum air.

Tapi setelah menjalani rutinitas olahraga, satu kelompok diminta minum 500 mililiter susu putih bebas lemak. Sedang kelompok pembanding diminta minum cairan yang terlihat serupa tapi pada dasarnya adalah minuman energi berbahan dasar gula. Satu jam setelah olahraga, para partisipan kembali diberikan minuman yang sama. Peneliti mengikuti perkembangan partisipan selama tiga bulan.

"Kami mengharapkan pertambahan otot yang lebih besar, tapi ukuran lemak yang hilang mengejutkan kami," terang Phillips."Kami belum tahu penyebabnya. Tapi kemungkinan disebabkan oleh kombinasi kalsium, protein berkualitas tinggi, dan vitamin D. Dan semua komponen ini ada dalam susu."

Detail studi
Perempuan yang minum susu, terang Phillips, hampir tidak mengalami penambahan berat badan. Pasalnya, pertambahan otot yang mereka dapatkan seimbang dengan lemak yang hilang."Kelihatannya, latihan angkat beban teratur dan minum susu bisa memperbaiki komposisi dan kesehatan perempuan."

Para peneliti tidak menerima partisipan yang sudah pernah melakukan latihan kekuatan selama enam hingga delapan bulan sebelum studi. Akan tetapi, perempuan tersebut aktif melakukan aerobik. Peneliti juga mengeluarkan perempuan yang pernah menggunakan suplemen diet, seperti vitamin atau mineral, selama delapan bulan terakhir.

Semua partisipan diminta mempertahankan pola diet mereka biasanya. Sebanyak dua kali selama 12 minggu masa studi, para partisipan diminta melakukan pengambilan sampel darah puasa. Sampel darah ini selanjutnya dianalisis oleh peneliti. Semua partisipan mempunyai tinggi dan berat badan serta usia yang sama.

Peneliti menemukan, perempuan yang minum susu dan berolahraga mengalamai penurunan jumlah lemak, penambahan otot tanpa lemak dan kekuatan. (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat