Minum Air Dingin Bikin Gemuk?

22 November 2016 Artikel Kesehatan   |    Listhia H Rahman


Semenjak saya mengambil jurusan kuliah ilmu gizi, banyak "katanya" yang saya temui dan minta dijawab. Beberapa memang benar karena sesuai dengan teori dan kenyataan. Tetapi banyak juga lho yang perlu dibenarkan agar tidak jadi kekeliruan yang berkelanjutan.

Salah satu yang menarik dibahas adalah pertanyaan seorang teman dekat saya sendiri. Suatu waktu dia resah, apakah benar katanya meminum air dingin akan menggangu program penurunan berat badannya, menjadikannya malah tambah gemuk? Fakta atau mitos semata, ya?

Konsep yang Keliru

Memang, jika kita mencampur minyak (lemak) dalam air dingin akan menyisakan gumpalan-gumpalan. Tetapi, apakah sama ketika kita minum air dingin setelah konsumsi makanan yang mengandung lemak? Apa kemudian bernasib beku juga? Menumpuk dan membuat tubuh makin "tebal" saja? Eh, Tidak sesederhana itu, lho.

Sistem pencernaan punya mekanisme yang "canggih" dalam memproses tiap makanan yang masuk dalam tubuh kita. Apa yang kita makan akan melewati rangkaian organ pencernaan dan mendapat perlakuan spesifik -bercampur dengan enzim tertentu untuk dipecah menjadi bagian yang sederhana- sehingga bisa digunakan oleh tubuh.

Lagi pula air dingin yang kita minum tidak akan awet dinginnya ketika masuk dalam pencernaan, kok. Tubuh kita punya cara untuk menyesuaikannya.

Air Dingin = Air Biasa

Ingat, air dingin yang dimaksud disini bukan berarti air seduhan teh, kopi atau segala jenis air yang punya rasa-rasa itu. Tetapi hanya air putih biasa, yang tidak ada rasanya.

Dilihat dari kandungan gizi, air tidak memiliki kalori. Pun jika dalam kondisi dingin. Kalori keduanya sama-sama nol, yang membedakan hanya suhunya saja.

Penelitian Mengungkapkan Sebaliknya

Seperti yang sudah dipublikasikan di jurnal Clinical Endocrinology and Metabolism, dikatakan bahwa ternyata meminum air dingin malah dapat membantu menurunkan berat badan. Karena memang faktanya air tidak punya kalori, jadi tidak mungkin jika membuat gemuk.

Dalam laman www.jakartapost.com juga dijelaskan bahwa air dingin meningkatkan metabolik rate. Ketika air dingin masuk dalam tubuh, karbohidrat dan lemak dibakar untuk memproduksi energi, yang kemudian menghasilkan panas dan menyeimbangkan suhu tubuh. Karena itulah justru dampaknya menjadi sebaliknya. Ternyata air dingin malah dapat membakar kalori meski tidak terlalu signifikan. (setengah liter air dingin membakar sekitar 17 kalori).

Karena respon orang berbeda

Kamu adalah yang mengerti dirimu sendiri. Jika minum air dingin membuat kamu langsung jadi batuk, sebaiknya jangan dipaksakan. Respon orang berbeda-beda termasuk ketika meminum air dingin, lho. Kalau jadi batuk, itu bisa memang karena faktor internal -sistem imun atau respon tubuhmu-yang bisa jadi sebabnya.

Dan satu lagi yang diingat, walaupun air dingin tidak berkalori dan malah membantu membakar kalorimu, kalau kamu termasuk salah satu yang memiliki keluhan gigi sensitif, hati-hati, ya! Giginya bisa nyut-nyutan.

Jangan-jangan bukan salah air dinginnya, tetapi makanan berlebihan yang jadi temannya. So, jangan terlalu percaya dengan "katanya" ah, lebih pintar lihat dari faktanya, kan?

(Penulis merupakan Sarjana Gizi di Universitas Diponegoro Semarang dan tulisan lainnya bisa dilihat di kompasiana.com/listhiahr)