Merokok Bikin Remaja Tambah Depresi

31 Agustus 2010 Artikel Kesehatan


BEBERAPA remaja beralasan keputusan mereka untuk merokok disebabkan faktor lingkungan dan menurut mereka merokok bisa meredakan stress. Namun, berdasarkan hasil penelitian, rokok justru dapat memperparah gejala depresi.

"Remaja yang menggunakan rokok untuk mengenyahkan perasaan cemas dan stres memiliki risiko lebih besar mengalami gejala depresi ketimbang remaja bukan perokok," kata profesor Jennifer O'Loughlin dari Universitas Montreal.

Guna mendukung pernyataan itu, diadakanlah uji coba yang melibatkan 662 remaja sekolah menengah atas. Mereka diminta mengisi kuesioner mengenai efek rokok terhadap pribadi mereka.

Para siswa diambil dari berbagai sekolah menengah atas, mulai dari sekolah di perkotaan, perdesaan, sekolah dengan siswa dengan tingkat ekonomi baik, sedang, dan rendah. Mereka lalu dibagi menjadi tiga kelompok, pertama siswa yang tak pernah merokok, kedua, siswa yang merokok bukan untuk meredakan stres, memperbaiki mood, atau memperbaiki suasana hati, dan ketiga siswa yang merokok untuk memperbaiki suasana hati.

Gejala depresi lalu diukur menggunakan skala dari pertanyaan seberapa seringkah partisipan merasa letih melakukan kegiatan, mengalami kesulitan tidur, merasa sedih, atau depresi.
Hasil penelitian menemukan bahwa bukannya dapat memperbaiki suasana hati atau meredakan stres, melainkan merokok justru meningkatkan gejala depresi di kalangan remaja. (Pri/OL-06)

Sumber: mediaindonesia.com