Menkes Buka Pintu untuk Dokter Asing

23 November 2009 Artikel Kesehatan


PALEMBANG, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan kerjasama dengan lembaga kesehatan internasional adalah hal yang penting. Untuk itu, pihaknya mempersilahkan sebanyak 3.500 dokter asing yang dalam waktu dekat melakukan penelitian di Indonesia.

Kebijakan pemerintah di bidang kesehatan salah satunya adalah membangun kerjasama dengan lembaga kesehatan lokal dan luar negeri. Sehingga Indonesia pun harus mengikuti kesepakatan dibidang kesehatan internasional, kata Menkes saat menjawab pertanyaan seorang dokter peserta Muktamar ke-27 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Palembang, Jumat (20/11).

Menurutnya, tenaga kesehatan asing diperbolehkan melakukan penelitian di Indonesia dan bekerjasama dengan pemerintah, tetapi mereka harus mengikuti aturan yang telah disiapkan pemerintah.

Dokter asing tersebut harus bekerja profesional dan mematuhi ketentuan yang diatur pemerintah Indonesia, tambahnya.

Ia mengatakan, kerjasama dibidang kesehatan tersebut sangat dibutuhkan Indonesia untuk mencapai sasaran "MDGs" yang telah ditargetkan pemerintah. Sebab kerjasama yang dengan dokter asing tersebut ditargetkan akan menguntungkan rakyat Indonesia, sehingga mereka pun dipersilahkan datang dan bekerja di negera kita, katanya.

Dia menjelaskan, pada prinsipnya Depkes akan mengedepankan kepentingan masyarakat untuk merealisasikan rakyat Indonesia yang sehat sehingga berbagai program berjalan optimal.

Depkes pun terus berusaha menjadikan rumah sakit sebagai sarana promotif, preventif dan edukatif tidak hanya menjadi tempat bagi warga yang sakit, ujarnya.

Sementara itu, seorang dokter peserta Muktamar ke-27 IDI di Palembang tersebut menganggap diizinkannya 3.500 dokter dari luar negeri masuk ke Indonesia itu membuktikan kalau pemerintah mulai mengurangi kepercayaan terhadap tenaga kesehatan lokal.

Padahal dokter di Indonesia pun tidak kalah kualitas dengan luar negeri sehingga kalau ada program-program penelitian semestinya Menkes mengajak serta tenaga kesehatan lokal bukan dari asing, kata dokter yang enggan disebut namanya tersebut.

Editor: acandra

Sumber: Ant, kesehatan.kompas.com