Menguras Kolon Picu Penyakit

18 Maret 2010 Artikel Kesehatan


Anda mungkin sudah sering mendengar efek beracun dari kandungan kolon terhadap tubuh. Banyak pula produsen yang menawarkan produk pembersih kolon yang bisa digunakan di rumah.

Orang-orang, menurut Robert Siegel, MD, dari American College of Gastroenterology, sering mendengar klaim bahwa kolon penuh dengan sampah beracun. Solusi yang umum ditawarkan adalah mengeluarkan racun-racun tersebut dengan herbal, probiotik, diet spesial, enema, atau laksatif.

Masalahnya, lanjut Siegel, kolon adalah wadah limbah. Kolon secara alami berfungsi membiarkan materi sampah keluar dari tubuh.

Membersihkan kolon, terang dia, bisa mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh, sehingga memicu dehidrasi dan kekurangan garam. Sering waktu, pembersihan kolon yang dilakukan berulang bisa memicu anemia, kekurangan gizi, dan gangguan jantung.

Daripada membersihkan kolon dengan cara seperti ini, mulailah menambah asupan serat dengan mengonsumsi buah dan sayuran. Selain itu, Anda juga bisa menambah serat dengan mengonsumsi suplemen serat, 38 gram per hari untuk laki-laki dan 25 gram untuk perempuan berusia 50 atau lebih muda.

Jika masih mengalami konstipasi, Siegel menganjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter atau seorang gastroenterologist (ahli pencernaan). (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat