Mengkonsumsi Gula Terlalu Banyak Dapat Mengakibatkan Penyakit Jantung Fatal!

17 Februari 2014 Artikel Kesehatan


Makanan tanpa gula atau garam tentu hambar rasanya. Tapi Anda pilih mana, makan tapi tak ada rasanya atau mati karena gula? Asal tahu saja baru-baru ini sebuah studi memastikan bahwa kebanyakan gula dapat mengakibatkan gangguan jantung fatal, bahkan bagi orang sehat sekalipun.

Peneliti Quanhe Yang dari Centers of Disease Control and Prevention AS dan timnya menganalisis hasil survei kesehatan nasional antara tahun 1988-2010. Tercatat lebih dari 30.000 orang dewasa Amerika berusia rata-rata 44 tahun terlibat dalam studi ini. Karena hasil survei ini juga merangkum pola makan partisipan maka Yang dan timnya bisa menghitung risiko kematian partisipan dalam kurun 15 tahun.

Hal pertama yang difokuskan peneliti adalah konsumsi gula tambahan partisipan. Gula tambahan terkandung dalam berbagai jenis makanan atau minuman olahan, seperti kopi atau sereal. Makanan yang tak berasa manis pun juga dikatakan peneliti mengandung gula tambahan, termasuk berbagai merk roti tawar, saus tomat dan dressing salad.

Kemudian peneliti membagi partisipan ke dalam lima kategori berdasarkan asupan gulanya. Paling sedikit adalah di bawah 10 persen dari kalori harian (yaitu sekitar 2.000 kalori) dan ini juga merupakan jumlah asupan gula paling aman menurut dokter, sedangkan yang paling banyak adalah lebih dari 25 persen dari kalori harian.

Temuannya cukup mengejutkan karena berbeda dengan hasil riset sebelumnya yang mengatakan konsumsi gula tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan jantung non-fatal karena obesitas, studi baru ini justru tidak menemukan bahwa obesitas adalah alasan di balik kaitan antara konsumsi gula dengan kematian .Karena ternyata hubungan antara gula dengan kematian juga ditemukan pada orang-orang dengan berat badan normal namun mengonsumsi banyak gula tambahan. Demikian dilansir CBS News, Rabu (5/2/2014).

Ini sesuai dengan laporan peneliti bahwa sebagian besar partisipan tercatat mengonsumsi gula melebihi kadar aman. Bahkan 1 dari 10 partisipan memiliki jumlah asupan gula sedikitnya 25 persen dari kalori hariannya. Lalu dari laporan bahwa hampir 12.000 partisipan meninggal dunia selama berlangsungnya studi (15 tahun kemudian) dan 831 orang di antaranya meninggal karena sakit jantung semakin menguatkan bahaya konsumsi gula berlebihan.

Hal ini juga telah dipastikan peneliti dengan mengamati faktor-faktor penyebab sakit jantung lainnya seperti kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik dan berat badan berlebih, karena pada akhirnya peneliti tetap menemukan adanya risiko hanya dari konsumsi gula saja. Semakin banyak konsumsi gulanya, maka risiko kematian dininya pun meningkat tajam. Bahkan peneliti dapat mengatakan partisipan yang mengonsumsi gula sedikitnya 25 persen dari kalori hariannya berpeluang tiga kali lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung daripada mereka yang hanya mengonsumsi kurang dari 10 persen.

Sedangkan partisipan yang konsumsi gulanya lebih dari 15 persen atau setara dengan dua kaleng soda, risikonya hampir mencapai 20 persen lebih tinggi dari orang-orang yang mengonsumsi gula dalam jumlah paling aman. "Ini artinya makan gula berlebihan tak hanya membuat kita gemuk tapi juga jatuh sakit," tegas Laura Schmidt dari University of California, San Fransisco dalam tulisan editorialnya terkait studi ini.

Jadi, apakah anda harus menghindari gula sama sekali? Tentu tidak. Boleh saja anda mengonsumsi gula, tapi dengan takaran dan frekuensi yang terbatas. Jadi, bijaksanalah dalam memilih makanan atau minuman yang manis.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)