Mengetahui Faktor Penyebab Penuaan Dini

14 Maret 2019 Artikel Kesehatan


Setiap orang dipastikan tidak ingin mengalami penuaan dini. Semua orang ingin terlihat awet muda. Jangankan penuaan dini, banyak orang yang melakukan beragam cara supaya kondisi fisiknya masih terlihat 20-30 tahun lebih muda meskipun usia mereka telah menginjak usia senja. Makanya bisa dikatakan bahwa penuaan dini, terutama bagi wanita, sangat dibenci dan dihindari. Lantas, bagaimana dengan Anda sendiri, apakah Anda mengalami penuaan dini atau masih normal-normal saja?

Penuaan tidak bisa dihindari, namun Anda dapat mengurangi proses penuaan lebih lambat sehingga usia tidak sesuai dengan kerutan pada wajah. Penuaan pun terjadi berdasarkan faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang membuat penuaan dini diantaranya keturunan, daya tahan tubuh, kesehatan dan kejiwaan. Pada faktor eksternal sedikit kemungkinan untuk ditanggulangi. Hal ini dipicu oleh faktor stres dan gaya hidup.

Berikut faktor eksternal penyebab penuaan dini:
1. Sinar Matahari

Sinar matahari merupakan faktor eksternal yang cukup memberikan pengaruh signifikan bagi seseorang yang menderita penuaan dini. Waktu yang paling berbahaya untuk dihindari ialah ketika sinar ultra violet berada pada titik kulminasinya yakni antara jam 10.00-15.00. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan tabir surya pada bagian wajah dan bagian tubuh lainnya yang terbuka untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari secara langsung.

2. Kurang Nutrisi
Kurangnya asupan nutrisi, vitamin, serat yang terkandung pada sayuran, buah-buahan sangat berpengaruh penting untuk masa kulit. Kondisi kulit yang semakin menurun setiap tahunnya sangat bergantung pada makanan yang Anda makan. Inilah hal yang harus diperhatikan setiap harinya, dari segi makanan serta pola tidur yang cukup, minum air putih minimal 8 gelas sangat membantu kesegaran kulit. Karena kulit pun butuh nutrisi untuk melawan dampak buruk dari sinar matahari, radikal bebas dan polusi.

3. Alkohol
Bagaimanapun alkohol mengandung zat-zat yang merugikan organ-organ tubuh. Seseorang yang mengkonsumsi alkohol lebih dari 2 gelas sehari, akan menyebabkan penurunan kondisi kulit. Ada beberapa dampak dari meminum alkohol, diantaranya akan membuat wajah berjerawat hal ini dikarenakan alkohol dapat membuat pembuluh darah membesar, dapat membuat dehidrasi sehingga membuat kulit menjadi kering. Selain itu untuk orang-orang tertentu yang meminum alkohol akan membuat pipi wajah merah semu, namun untuk orang yang sudah kehilangan kesegaran pada kulit akan membuat kulit wajah memucat, alkohol juga dapat memicu keriput dan garis-garis halus pada wajah.

4. Posisi Tidur
Tidur dengan posisi tertentu secara terus-menerus juga dapat menimbulkan kerutan. Wanita yang tidur dengan posisi menyamping umumnya mendapati garis-garis halus di pipi dan dagunya. Pria biasanya mengalami kerutan di dahi karena banyak di antara mereka yang tidur tengkurap di bantal. Posisi yang paling disarankan adalah terlentang karena kulit tidak tertekan bantal dan gravitasi turut menarik kulit ke bawah.

5. Radikal Bebas
Radikal bebas merupakan efek dari adanya polusi lingkungan, pemakaian air yang tercampur dengan bahan-bahan kimia, perubahan cuaca yang ekstrem serta faktor lainnya yang bisa menyebabkan terganggunya pertumbuhan kolagen. Radikal bebas merupakan molekul ganas yang menggerogoti sel-sel tubuh termasuk didalamnya jaringan kolagen. Untuk mencegahnya, Anda bisa mengonsumsi banyak makanan yang mengandung vitamin seperti buah-buahan dan sayuran serta menjalankan diet yang mengandung protein tinggi.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)