Mengatasi Kulit Bersisik dan Jamur pada Anak

11 September 2009 Artikel Kesehatan


Berbagai penyakit kulit pada bayi dan anak dapat disebabkan oleh faktor bawaan atau keturunan. Bisa pula faktor dari luar misalnya infeksi bakteri/virus/jamur, alergi imunologik, dll. Gejala yang tampak pada kulit bayi dan anak bisa timbul seperti kulit merah bersisik di tempat-tempat tertentu, bahkan bisa pula meluas ke seluruh tubuh, sering disertai rasa gatal. Beberapa contoh penyakit kulit merah bersisik yang sering dijumpai yaitu psoriasis, pitriasis rosea, dermatitis seboroik, penyakit jamur pada kulit, dll.

Psoriasis tampak sebagai bercak merah mengkilat yang ditutupi sisik putih tebal. Biasanya timbul di daerah tubuh yang menonjol seperti kulit kepala, siku, lutut dan sekitar panggul. Pada umumnya kulit yang terkena akan sangat kering dan gatal. Penyakit ini biasanya berlangsung kronis akibat proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Pada orang normal proses pergantian setiap 3-4 minggu, tetapi pada psoriasis proses pergantian kulit sangat cepat yaitu 2-4 hari. Sehingga kulit penderita tampak merah menebal dan bersisik. Jarang terdapat pada anak di bawah usia 3 tahun, angka kejadian psoriasis pada anak sangatlah kecil.

Pitriasis rosea merupakan penyakit kulit akut, yang ditandai munculnya bercak merah bersisik. Penyebab pasti belum diketahui, namun yang sering diduga adalah karena infeksi virus. Tanda awal yang sering dijumpai, yaitu muncul bercak kemerahan tunggal berbentuk oval di badan dan leher yang dalam beberapa minggu. Kemudian muncul bercak merah menyebar hampir di seluruh tubuh terutama di bagian tubuh yang tertutup pakaian. Sekitar 5 kasus pitriasis rosea didahului gejala demam, sakit kepala, nyeri sendi dan gangguan pencernaan. Biasanya pitriasis rosea akan sembuh spontan dalam waktu 6-8 minggu.

Dermatitis seboroik merupakan peradangan kulit pada daerah yang memiliki banyak kelenjar penghasil minyak yang aktif, antara lain kulit kepala berambut, wajah, belakang telinga dan sekitar dada. Dermatitis seboroik pada kulit kepala biasa dikenal sebagai ketombe. Pada bayi kelainan ini sering bermanifestasi sebagai sisik kekuningan yang tebal, kasar, berminyak, pada kulit kepala dan dapat berbentuk seperti keropeng yang tebal.

Sedangkan infeksi jamur pada kulit bayi dan anak seringkali menimbulkan gatal-gatal, misalnya panu, kurap dan juga menyerang rambut sehingga menimbulkan kebotakan. Infeksi jamur kandida juga bisa mengenai bayi dan anak. Infeksi kandida yang sering terjadi dapat berupa eksim popok, yaitu kelainan kulit yang timbul akibat radang daerah yang tertutup popok, sekitar alat kelamin, bokong dan perut bagian bawah. Berupa bercak merah sampai bintil merah, lecet, bersisik clan kadang membasah dan bengkak di daerah popok.
Oleh karena penyebab dan proses masing-masing penyakit tersebut berbeda, maka pendekatan pengobatan pada setiap penyakit tersebut juga berbeda. Oleh karena itu setiap orang tua sebaiknya mengenal gejala dan memahami tindakan apa yang akan dilakukan untuk mengobatkan anak atau bayi dengan gejala kulit merah bersisik.

Prinsip dasar pengobatan penyakit kulit pada bayi dan anak berbeda dengan pada orang dewasa. Selain perbedaan usia, rasio antara luasnya kulit dan berat badan pada bayi dan anak perlu dipertimbangkan dalam pemberian obat.
Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran, maka penanganan penyakit kulit pada bayi dan anak juga mengalami perkembangan. Pengobatan beberapa penyakit kulit pada bayi dan anak dengan alat laser memerlukan kehati-hatian. Agar dapat digunakan dengan aman, misalnya memakai penutup mata dan juga keadaan psikologis anak penting diperhatikan.
Melalui pemahaman tentang penyakit kulit yang bisa terjadi pada bayi dan anak, diharapkan para orang tua dapat dengan bijaksana menghadapinya dan segera melakukan konsultasi dengan pihak puskesmas, rumah sakit dan dokter yang mempunyai kompetensi. (13)

- Dr. Sugastiasri Sumaryo, SpKK (K), Dosen Fakultas Kedokteran Undip /RSUP Dr Kariadi Semarang

Sumber: Suaramerdeka.Com