Artikel Kesehatan
9 Agustus 2013

Mengapa Garam Menjadi Pemicu Hipertensi?

Jangan banyak-banyak makan garam, nanti darah tinggi loh! Nah, pasti pernah dengar kan?

Sekarang, kita akan mengetahui, kenapa sih, garam membuat hipertensi? Yuk simak keterangan dibawah ini:

Untuk menjawab hal ini, para ilmuwan melakukan penelitian dengan dua cara.

Pertama, melihat kondisi yang terjadi pada tubuh diluar angkasa, tubuh tanpa gravitasi. Penjelasan itu diterangkan oleh astronot Jerman Reinhold Ewald yang berada di antariksa pada tahun 1997. Tidak hanya sebagai ilmuwan, tapi juga sebagai kelinci percobaan. "Saat penerbangan saya berupaya makan dan minum secara terkontrol dan mendokumentasi semuanya," kisah Ewald kepada jaringan radio Jerman Deutsche Welle. Metabolisme manusia saat sedang berada di ruang tanpa gravitasi diteliti secara seksama. Selama penerbangan hingga dua minggu setelah kembali ke bumi, ia harus menuliskan semua yang ia makan. Sekresi yang dikeluarkan sang astronot dicatat dan dibandingkan dengan apa yang ia makan. Hasilnya mengejutkan. Saat penerbangan ke antariksa, garam dalam jumlah yang cukup banyak menumpuk di dalam tubuh Reinhold Ewald. Jumlahnya mencapai enam liter cairan tubuh pada manusia sehat. Tapi bobot Ewald tidak bertambah enam kilogram. Selama ini, para dokter mengira garam akan terurai seluruhnya di dalam tubuh. Garam yang berlebihan, seharusnya dikeluarkan dalam urin melalui ginjal. Usai eksperimen Ewald, baru diketahui bahwa tubuh manusia tidak berfungsi seperti itu.

Kedua, dengan penelitian di laboratorium yang melibatkan relawan. Kali ini, giliran para mahasiswa yang menjadi kelinci percobaan. Para peneliti mengkarantina mereka dan memberikan lebih banyak garam dalam makanan dan minuman. Ewald bercerita, "Kami memastikan, garam tidak hanya berhubungan dengan regulasi cairan tubuh dan tekanan darah tinggi, tetapi juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan pertumbuhan tulang," katanya. Para mahasiswa yang diberi garam berlebihan mengalami hal yang sama seperti para astronot di ruang tanpa gravitasi. Garam terus berada di dalam tubuh dan tekanan darah bertambah tinggi.

Penjelasannya

Natrium dalam garam (NaCl) sebenarnya bermanfaat untuk menjaga regulasi volume dan tekanan darah, menjaga kontraksi otot serta transmisi sel saraf, serta membantu keseimbangan air, asam dan basa dalam tubuh.

Namun berdasarkan Panduan Umum Gizi Seimbang 2003, konsumsi garam tidak boleh lebih dari 6 gram (1 sendok teh) dalam 1 hari atau sama dengan 2300 mg natrium.

Berdasarkan penelitian garam sangat erat dengan hipertensi. Setengah sendok teh garam saja bisa menaikkan tekanan sistolik naik sebesar 5 poin dan tekanan diastolik naik 3 poin.

Lalu Profesor Jens Titze dari Universitas Erlangen kemudian berusaha menjelaskan bagaimana garam terus tersimpan didalam tubuh dan tidak terbuang. Peran penting dimainkan oleh makrofagen, "Ini sel darah putih yang 'baik' terhadap garam," jelas Titze. Makrofagen bisa mengukur kandungan garam dan natrium di bawah kulit. Menurutnya, jika natrium terlalu banyak tersimpan di kulit, maka makrofagen akan memastikan natrium dikeluarkan melalui pembuluh getah bening kulit. "Tidak semua sel darah putih bereaksi secara sama".

Ada populasi sel darah putih lain, yakni sel T yang merusak jaringan tubuh sendiri jika melihat garam. Ini tentu bencana," kata Titze. Efek ini disebut autoimunitas. Jadi, siapa yang makan dengan banyak garam tidak hanya meningkatkan tekanan darah, tetapi juga terancam lebih sering mengalami penyakit autoimunitas yang sudah diderita sebelumnya, seperti misalnya mutilple sclerosis.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Artikel Kesehatan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris