Menari Balet Ringankan Gejala Parkinson

13 Juni 2011 Artikel Kesehatan


Penderita parkinson kini dapat berlega hati. Sebab, para peneliti Inggris telah menemukan metode baru untuk meringankan gejala penyakit tersebut yakni dengan menari balet.

Seperti dikutip dari The Telegraph (4/6), menurut penelitian yang digelar English National Opera menganalisis 24 orang dengan penyakit otak degeneratif. Mereka ambil bagian dalam sebuah kelas yang mempelajari langkah-langkah tarian Romeo dan Juliet.

Setelah program selama 12 minggu, pasien pun melaporkan adanya perbaikan dalam kondisi mereka dan menemukan kembali kepercayaan pada kakinya.

Parkinson adalah penyakit degeneratif syaraf yang pertama kali ditemukan pada 1817 oleh Dr James Parkinson. Penyakit ini ditandai dengan adanya tremor saat beristirahat, atau kesulitan memulai pergerakan dan kekakuan otot. Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia diatas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia diatas 65 tahun.

Dr Sarah Houston dari London Roehampton University yang mengawasi studi itu mengatakan, "Salah satu aspek yang paling nyata dari proyek ini adalah bagaimana mendukung keyakinan peserta serta meningkatkan kesadaran tubuh mereka."

Salah seorang peserta mengatakan, "Menari seperti ini membantu saya untuk menghindar dari penderitaan akibat Parkinson. Balet juga membuat saya sangat ingin bergerak lebih banyak dan lebih baik serta menumbuhkan optimisme."

Sumber: mediaindonesia.com