Membesarkan Anak yang Percaya Diri

31 Mei 2012 Artikel Kesehatan


Menjadi seorang anak kecil butuh kepercayaan diri. Mungkin pindah ke sekolah baru ataupun bermain bola untuk pertama kali, anak-anak sering bertemu dengan hal-hal yang asing.

Secara alamiah, setiap orangtua ingin membekali anaknya dengan sifat atau watak yang membuat mereka bisa dengan berani menghadapi tantangan dan dalam kurun waktu menjadi anak yang percaya diri. Walau setiap anak sedikit berbeda, orangtua dapat mengikuti beberapa pedoman untuk membangun rasa percaya diri anak.

Kepercayaan diri bertumbuh dari rasa kompetensi. Dalam kata lain, anak-anak mengembangkan kepercayaan diri bukan karena orang tuanya yang memuji mereka, tetapi karena keberhasilan mereka sendiri, baik besar maupun kecil. Memanglah bagus kalau mendapat pujian dari orang tua, tetapi kata-kata pujian akan lebih berarti jika dihubungkan dengan satu keberhasilan atau kemampuan baru dari sang anak.


Ketika seorang anak berhasil mengerjakan sesuatu , seperti menggosok gigi sendiri atau naik sepeda, dia akan mendapat perasaan sadar akan dirinya dan bahwa mereka bisa melakukannya, pada saat itu gunakanlah momen tersebut dimana mereka sedang merasa sangat percaya diri.

Membangun rasa percaya diri bisa dimulai saat usia dini. Ketika bayi belajar membalik halaman buku dan atau balita belajar berjalan, mereka mendapat perasaan "Saya bisa!" Ketika setiap mendapat kemampuan baru dan momen-momen penting, anak-anak akan mendapat rasa percaya diri yang kian meningkat.

Orangtua dapat membantu dengan memberikan anak-anak mereka banyak kesempatan untuk berlatih dan menyempurnakan kemampuan mereka, membiarkan mereka berbuat kesalahan dan selalu siap untuk memberi semangat sehingga mereka tetap mau berusaha. Ketika mereka memperlihatkan kemampuan baru mereka, tanggapilah dengan perhatian dan kegembiraan, dan puji mereka ketika mereka mencapai suatu goal atau telah berusaha melakukan sesuatu dengan baik.

Dengan diberi kesempatan yang cukup, instruksi yang jelas, dan banyak kesabaran dari orang tua, anak-anak akan dapat menyempurnakan kemampuan basic mereka - seperti mengikat tali sepatu sendiri dan membereskan kasur sendiri. Dan setelah itu kalau mereka dihadapkan dengan tantangan penting lainnya, mereka akan bisa mencoba mengatasinya dan sadar bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan tantangan-tantangan lainnya.

Biarkan Mereka Mencoba Sendiri

Untuk keamanan anak-anak tentu saja mereka perlu diawasi. Tetapi tidak membayang-bayangi mereka terlalu dekat juga penting untuk mereka benar-benar bisa mempelajari hal-hal baru. Berilah mereka kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru, berbuat kesalahan, dan belajar dari kesalahan tersebut.

Contohnya, kalau anak anda ingin belajar membuat sandwich untuk snack, anda demonstrasikan lebih dahulu, siapkan bahan-bahannya, dan biarkan dia coba buat sendiri. Apakah nanti jadinya akan berantakan? Pastinya. Tetapi jangan langsung membetulkan ketika dia menumpahkan saus di atas meja. Sebisa mungkin hindarilah kritikan yang dapat membuatnya takut untuk mencoba lagi. Kalau anda mengambil alih dan menyelesaikan sandwich untuknya, anak anda akan berpikir, "Oh, yah sepertinya saya memang tidak bisa membuat sandwich."

Tetapi kalau anda memiliki kesabaran untuk membiarkannya agak berantakan dan meluangkan waktu sedikit, hasilnya akan lebih nyata. Suatu hari nanti dia akan bisa berkata, "Saya lapar, jadi saya akan membuat sandwich sendiri." Anda mungkin akan menjawab, "Bagus, boleh buatkan untukku juga?" Suatu tanda yang jelas akan kepercayaan anda akan kemampuannya!


Berilah Semangat dan Pujian

Kadang-kadang, anak-anak akan menyerah ketika mereka merasa frustrasi. Bantulah mereka dengan memberi semangat untuk melanjutkan bila mengalami kegagalan. Dengan terus mencoba, anak-anak akan sadar kalau tantangan bisa diatasi.

Saat seorang anak mencapai suatu goal, anda harus memuji bukan hanya hasilnya tapi juga kemauan mereka untuk mengerjakannya. Misalnya, setelah anak anda sudah mahir membuat sandwich, anda mungkin bisa menawarkan, "Selanjutnya, kamu mau belajar memecahkan telur?" Membuat sandwich dan memecahkan telur mungkin terlihat sebagai hal sepele, tetapi semua adalah langkah-langkah penting menuju kemandirian.

Selama masa kanak-kanak, orangtua berkesempatan untuk menyiapkan anak-anak mereka untuk bisa mengurus dirinya sendiri. Memang enak kalau kita merasa dibutuhkan, tetapi semakin anak-anak anda mendapatkan rasa percaya diri dan kemandirian, hubungan anda dengan mereka akan semakin kaya. Anda akan semakin dekat bukan hanya dengan ketergantungan mereka, tetapi juga dengan rasa cinta dan kebanggaan yang terbagi dengan apa yang mereka capai.

Akhirnya, pada saat anak-anak anda beranjak dewasa mereka mungkin akan mengucapkan terima kasih atas kesiapan mereka untuk masa depan - masa depan yang mereka bisa lalui dengan percaya diri.

kesekolah.com