Membentuk Pola Makan Sehat untuk Anak

13 April 2011 Artikel Kesehatan


Dalam tahapan tumbuh kembangnya, anak perlu variasi nutrisi dengan porsi tertentu sesuai pedoman gizi. Akan tetapi selain nutirisi dalam menu makannya yang perlu jadi perhatian, pola makan anak juga harus dibentuk sedini mungkin.

Apa yang diasup balita sangat bergantung dengan apa yang disiapkan dan disajikan orangtuanya. Jika si kecil tidak pernah diperkenalkan dengan ikan dan sayuran, bukan tidak mungkin anak juga sulit menyukai makanan sehat saat dewasa nanti.

"Orangtua punya peran penting untuk memberi contoh makanan bergizi cukup dan seimbang karena kebiasaan keluarga akan memengaruhi pola makan anak," kata dr.Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, ahli gizi dari Semanggi Klinik Jakarta.

Untuk membentuk pola makan sehat untuk anak diperlukan proses yang panjang dan kegigihan orangtua. "Ibu harus kreatif dalam mengenalkan kebiasaan makan sehat pada anak," kata Fiastuti. Secara umum ada tiga hal yang perlu diperhatikan para ibu untuk membentuk pola makan anak.

1. Jumlah
Makanlah sesuai kebutuhan kalori, tidak kekurangan dan tidak berlebih. Anak dengan berat badan 1-10 kg, membutuhkan 100 kal/kilogram berat badan. Sementara itu anak yang bobotnya 10-20 kg membutuhkan kalori 50 kal/kg BB (ditambah 1000 kalori).

2. Jenis
Penuhi kebutuhan gizi yang meliputi karbohidrat, protein nabati dan hewani, buah-buahan, sayuran, lemak serta susu. Agar anak cepat menyukai makanannya, sebaiknya menu makan anak disamakan dengan menu keluarga agar anak tidak cepat bosan. Yang perlu dimodifikasi mungkin rasa pedasnya.

3. Jadwal
Buatlah jadwal makan yang teratur. Waktu makan anak adalah tiga kali makan utama dan dua kali snack. Biasakan juga anak untuk sarapan sebagai persiapan energi sebelum beraktivitas. Sangat dianjurkan untuk melibatkan anak pada acara makan bersama. Melalui kegiatan ini anak bisa mengamati dan belajar tentang kebiasaan dan cara makan yang baik.

Sumber: Kompas.com