Mau Tidak Mudah Sakit? Jangan Berbohong!

13 Juni 2018 Artikel Kesehatan


Siapa sih yang tak ingin jauh dari penyakit? Semua orang pasti menginginkannya. Tapi tahukah Anda, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang berbohong lebih sering sakit kepala, stress dan cemas. Namun sebaliknya berdasarkan hasil penelitian oleh America Psychological Associaton, mereka yang jarang berbohong memiliki kesehatan fisik dan pikiran yang lebih baik dibandingkan mereka yang suka berkata bohong.

Mereka yang kerap berbohong atau menyimpan rahasia besar selama bertahun-tahun mungkin tidak merasakan gangguan apapun. Namun dari waktu ke waktu, mereka secara signifikan lebih berisiko pada kondisi kesehatan yang buruk. Berbohong dapat menyebabkan kondisi, seperti penyakit jantung koroner, stroke, kanker, diabetes, dan gagal jantung. Mengapa?

Karena tekanan darah meningkat dalam hati ketika Anda berbohong. Inilah yang dapat mengancam hidup Anda dalam jangka waktu lama. Sebagai informasi, kaitan antara tekanan darah dan berbohong seperti ditunjukkan alat pendeteksi kebohongan. Polygram atau lie detector bisa akurat menguji kebohongan karena alat ini mengukur tekanan darah seseorang.

Mungkin berbohong tidak secara cepat membuat Anda terserang stroke, tapi ada bukti bahwa semakin Anda berbohong, semakin mudah Anda terkena. Menurut hasil penelitian pada November 2010 oleh Departemen Psikologi Universitas Ghent di Belgia dan telah dipublikasikan jurnal Consciousness and Cognition, "Sering berkata jujur membuat seseorang sulit berbohong, dan sering berbohong membuat seseorang lebih mudah berbohong."

Dengan kata lain, Anda menuai apa yang Anda tabur. Semakin sering Anda berbohong maka semakin mudah Anda melakukannya, begitupun sebaliknya.

Ternyata, berbohong tidak hanya menyakiti hati seseorang tapi juga tubuh Anda. Jadi yuk belajar untuk selalu berkata jujur!

Semoga bermanfaat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)