Mau Ambil Keputusan Penting? Minum yang Manis Dulu!

1 Februari 2010 Artikel Kesehatan


WASHINGTON, KOMPAS.com Kalau Anda sedang mempertimbangkan negosiasi gaji atau keputusan apa pun yang berdampak jangka panjang, para peneliti menyarankan Anda untuk setidaknya minum sesuatu yang manis dulu, tapi bukan minuman diet!

Seperti dilaporkan dalam jurnal Psychological Science edisi minggu ini, para peneliti dari Universitas Dakota Selatan melakukan riset terhadap 65 partisipan, di mana mereka harus menjawab serangkaian pertanyaan yang intinya: lebih baik dibayar sedikit besok atau dibayar tinggi tapi di masa mendatang?

Setengah dari para partisipan sengaja disuruh mengisi kuesioner itu dalam keadaan lapar, sementara selebihnya terlebih dahulu diberikan minuman soda bebas kafein yang diberi gula atau pemanis buatan aspartam. Tingkat gula darah mereka juga diukur di awal eksperimen ini, tentunya setelah sebagian partisipan meminum soda manis tadi.

"Setelah meminum soda manis itu, dalam 10 menit saja para partisipan itu menjadi lebih tertarik pada imbalan yang besar di masa depan," kata Xiao-Tian Wang, salah seorang ilmuwan psikologi yang menjalankan tes ini.

"Sama seperti kalau Anda baru makan, maka kadar gula darah Anda tinggi dan Anda bisa menunggu lebih lama sebelum makan lagi."

"Kami melakukan penelitian ini untuk melihat apakah kadar gula darah tak hanya memengaruhi pola makan, tapi juga perilaku dalam pembuatan keputusan. Maksudnya, kami ingin melihat apakah orang mampu menunggu lebih lama demi imbalan lebih ketika kadar gula darahnya tinggi. Dan temuan kami: ya, bisa." Wang melakukan penelitian ini bersama koleganya yang juga ilmuwan psikologi, Robert Dvorak.

Menurut Wang, kadar gula darah yang tinggi bisa mencegah para partisipan agar tak sembrono karena dorongan sesaat, tapi sebaliknya minuman diet bahkan bisa mendorong orang menuruti dorongan itu agar memilih imbalan yang lebih cepat tapi lebih kecil.

"Minuman diet membuat tubuh kita merasakan adanya 'krisis energi' karena minuman itu rasanya enak, tapi kalorinya hampir tak ada. Badan kita menyadari itu dan mencoba untuk mendapatkan apa saja yang ada saat ini. Jadi, minuman diet justru membuat kita menuruti dorongan sesaat."

sumber: kompas.com