Masuk Angin, Sakit Apa Sebenarnya?

23 September 2014 Artikel Kesehatan   |    dr. Kosasi Kwek


Di Indonesia, penyakit "masuk angin" sungguh sangat populer dan sering kita dengar, kita ucapkan, dan kita alami. Dari Sabang sampai Merauke, dari anak-anak sampai usia lanjut, masyarakat kita sangat sering dan mudah merasa "masuk angin".

Istilah "masuk angin" mungkin hanya dikenal di negara-negara Asia, termasuk Indonesia dan China. Bangsa China juga punya istilah "Cin Fong" yang artinya persis sama dengan istilah "masuk angin". Dalam ilmu kedokteran tentu saja tidak ada istilah "masuk angin". Dalam pendidikan kedokteran juga tidak ada pelajaran tentang "masuk angin". Tapi mengapa penyakit "masuk angin" ini begitu populer, begitu sering kita ucapkan dan kita alami secara nyata? Apa sesungguhnya penyakit "masuk angin" itu?

Jika diterjemahkan secara sederhana, "masuk angin" seolah-olah kita artikan sebagai masuknya angin ke dalam tubuh secara tidak normal, baik jumlahnya ataupun tempat penumpukannya. Padahal tubuh kita, dalam hal ini saluran nafas dan paru-paru, memang harus kemasukan udara atau oksigen. Jika saluran nafas dan paru-paru kita tidak diisi udara atau oksigen, kita tentu sudah mati.

Tulisan ini mencoba menjelaskan (dari sudut pandang medis) beberapa kemungkinan penyakit yang biasanya dirasakan oleh masyarakat kita sebagai penyakit "masuk angin". Tentu apa yang dibahas dalam tulisan ini semata-mata merupakan hasil pengamatan dan pengalaman kami sebagai tenaga medis, bukan hasil penelitian yang bersifat ilmiah, karena memang sesungguhnya tidak ada penyakit masuk angin.

Manifestasi klinis dari "masuk angin". Beberapa kondisi badan yang sering dikeluhkan sebagai "masuk angin" antara lain:

  • Demam ringan yang diikuti pilek / flu
  • Rasa kembung
  • Rasa kembung yang disertai dengan sendawa-sendawa
  • Rasa kembung yang disertai dengan sering buang angin / kentut
  • Rasa kembung yang disertai dengan susah sendawa, susah buang angin, dan susah buang air besar
  • Rasa kembung yang disertai dengan mencret
  • Rasa kembung dengan gangguan / keluhan kencing
  • Rasa kembung yang disertai dengan rasa oyong-oyong / pusing / pening
  • Sendawa-sendawa jika badan diurut-urut / dipijat-pijat
  • Dan lain-lain.


Gejala-gejala atau keluhan-keluhan seperti tersebut di atas inilah yang sering membuat seseorang merasa "masuk angin". Tentu masing-masing keluhan tersebut mempunyai penyebab tersendiri.

Demam ringan yang diikuti pilek / flu
Kita sering merasa "masuk angin" ketika merasakan demam ringan dan di saat yang sama merasa akan mengalami pilek / flu. Keluhan ini sering kita rasakan misalnya setelah mengalami kehujanan, atau setelah lama terpapar pendingin (AC) di dalam ruangan ber-AC atau setelah melakukan perjalanan panjang dalam kendaraan ber-AC. Dalam kondisi ini, "masuk angin" yang kita alami sebenarnya adalah awal dari penyakit influenza.

Kembung
Rasa kembung terjadi karena ada penumpukan gas di dalam saluran pencernaan (lambung, usus halus, dan / atau usus besar). Gas yang terbentuk di dalam saluran pencernaan itu bukan angin yang masuk dari luar ke dalam tubuh kita, melainkan adalah gas yang terbentuk dan tertahan oleh bermacam-macam kondisi atau penyakit, misalnya:

  1. Gangguan pencernaan akibat salah makan atau akibat kekenyangan (kebanyakan makan).
  2. Sakit maag.
  3. Penyakit kantong empedu: lumpur empedu, batu empedu (cholelithiasis), infeksi/ peradangan kantong empedu (cholecystitis).
  4. Sembelit / konstipasi.
  5. Sumbatan di dalam usus besar karena kotoran yang membatu / mengeras, karena peradangan usus, karena tumor usus besar, dan lain-lain (termasuk misalnya tumor lain di dalam rongga perut yang menekan / menjepit usus sehingga mengganggu kelancaran pembuangan air besar).
  6. Awal dari penyakit Tifus (Demam Typhoid).
  7. Awal dari penyakit kuning / liver (Hepatitis).
  8. Awal dari penyakit usus buntu (Appendixitis).
  9. Awal dari penyakit keracunan jengkol ("Kejengkolan").
  10. Penyakit jantung: gangguan berat irama jantung, penyakit jantung koroner tingkat lanjut, pembengkakan jantung, sampai gagal jantung.


Pada kondisi seseorang kurang / tidak bisa mencerna makanan tertentu, atau karena kebanyakan makan - sampai kekenyangan, akan terbentuk gas di dalam lambung dan usus; oleh karena itu bisa terjadi keluhan kembung. Keluhan kembung ini bisa juga disertai dengan meningkatnya frekwensi sendawa dan / atau buang angin (kentut). Sebaliknya bisa juga disertai dengan susah sendawa, susah buang angin, dan susah buang air besar.Semua penyakit yang disebut di atas (nomor 1 sampai 10) juga bisa menimbulkan keluhan kembung sehingga memberikan kesan "masuk angin". Bahkan penyakit jantung pun sering memberikan keluhan rasa kembung atau perut menyesak. Tentu saja selain kembung, masing-masing penyakit itu juga mempunyai gejala-gejala atau tanda-tanda spesifiknya.

Rasa kembung yang disertai mencret dan / atau muntah
Pada tahap awal diare ("muntahber"), bisa timbul keluhan rasa kembung yang diikuti / disertai dengan mencret dan atau muntah. Masyarakat kita sering menganggap ini adalah penyakit "masuk angin", padahal sebenarnya ini adalah gejala awal dari diare.

Rasa kembung yang disertai oyong-oyong atau pusing / pening
Keluhan ini cukup sering kita temukan / alami. Jika kita perhatikan dengan cermat anggota keluarga kita, atau orang-orang di sekitar kita, atau bahkan mungkin diri kita sendiri, cukup banyak orang yang mengalami keluhan seperti ini. Kadang-kadang keluhan yang menonjol adalah rasa kembungnya, sementara keluhan oyong-oyong atau pusing / peningnya tidak begitu menonjol. Sebaliknya, bisa juga keluhan utamanya adalah oyong-oyong atau pusing / pening, sementara keluhan kembungnya tidak begitu menonjol. Bisa juga kedua keluhan ini sama menonjol dan sangat mengganggu, sehingga memaksa penderita mencari pengobatan.

Penyakit apa yang menyebabkan keluhan tersebut? Salah satu penyebabnya adalah racun rokok. Jika kita perhatikan dan teliti lebih rinci, keluhan ini sering diderita oleh para perokok dan orang-orang bukan perokok yang rutin terpapar asap rokok, seperti isteri perokok, orang-orang yang tinggal serumah dengan perokok, dan orang-orang yang bekerja sekantor / bersama dengan para perokok. Jika kebetulan Anda atau keluarga Anda ada yang sering mengalami keluhan ini, pertimbangkanlah racun rokok sebagai salah satu kemungkinan penyebab spesifiknya. Keluhan ini bukan penyakit masuk angin, tapi penyakit akibat racun rokok.

Rasa kembung dengan gangguan kencing
Penyakit saluran kencing seperti batu ginjal, batu ureter (saluran antara ginjal dan kantong kencing), infeksi / peradangan ginjal dan ureter, juga sering menimbulkan keluhan rasa kembung atau rasa "menyesak" di perut. Penyakit keracunan jengkol (intoksikasi asam jengkolat) sering kita sebut "kejengkolan", juga sering ditandai dengan rasa kembung atau rasa "menyesak" di perut.

Biasanya sebelum timbul keluhan / gangguan kencing yang nyata pada penyakit-penyakit tersebut di atas, penderita terlebih dahulu merasakan keluhan kembung atau "menyesak" di perut. Hal inilah yang membuat banyak penderita penyakit-penyakit saluran kencing ini sering merasa "masuk angin".

Sendawa-sendawa jika badan diurut atau dipijat
Banyak di antara kita yang pernah mendengar atau bahkan mengalami sendiri keluhan ini; sering sendawa terutama jika badannya diurut atau dipijat. Bahkan tidak hanya badan, tapi juga otot-otot lengan bawah atau lengan atas saja yang ditekan / diurut / dipijat, langsung sendawa-sendawa. Fenomena unik ini tentu membuat kita sangat yakin bahwa kita sedang "masuk angin". Apa sesungguhnya penyebab keluhan ini? Keluhan sendawa-sendawa jika badan atau anggota badan diurut-urut / dipijat-pijat dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan penyakit, antara lain: Terjepitnya urat saraf di daerah punggung dekat tulang belikat & Kelebihan kadar lemak darah / trigliserid (Hipertrigliseridemia).

Masuk angin: Dari penyakit ringan sampai berat

Bagi masyarakat Indonesia, frase kata "masuk angin" sudah mendarah daging dan menjadi bagian dari budaya bangsa yang tidak mungkin dihapuskan lagi. Banyak sekali variasi keluhan / gejala penyakit yang bisa membuat seseorang merasa "masuk angin", karena memang banyak sekali penyakit yang bisa membuat seseorang merasa "masuk angin", mulai dari penyakit yang tergolong ringan sampai penyakit yang berat seperti diterangkan dalam tulisan di atas. Bahkan dalam kaitannya dengan bidang "masuk angin" ini, masyarakat kita juga akrab dengan istilah "angin duduk", akrab dengan kebiasaan mengerik badan dengan uang logam, dan lain-lain.

Berhubung "masuk angin" tidak dikenal dan tidak pernah diajarkan dalam ilmu kedokteran, maka para dokter perlu bertanya lebih lanjut dan detail saat berhadapan dengan pasien yang datang dengan keluhan "Masuk angin dok". Jika Anda sedang / sering merasa "masuk angin", maka Anda perlu merinci lebih lanjut keluhan-keluhan lain yang lebih jelas dan spesifik untuk didiskusikan bersama dokter Anda. Informasi yang lengkap dan rinci tentang apa saja yang Anda alami, sangat berguna bagi Anda dan dokter Anda untuk menyimpulkan apa sesungguhnya penyakit yang membuat Anda "masuk angin".

(Penulis adalah seorang dokter umum, tulisan lainnya dapat dilihat di kompasiana.com/dr.Kosasi)