Manfaat Si Buah Langka, Matoa

11 Februari 2014 Artikel Kesehatan


Mungkin tidak semua orang mengetahui tentang buah ini. Matoa atau yang memiliki nama latin Pometia pinnata merupakan tanaman buah yang berasal dari Papua, namun dapat dijumpai juga di Maluku, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa. Matoa tergolong tumbuhan tinggi yang dapat mencapai ketinggian 20 meter dengan diameter mencapai 1 meter. Matoa umumnya hanya berbuah sekali dalam setahun dan biasanya berbuah pada bulan juli sampai dengan oktober kemudian berbuah lagi 4 bulan kemudian. Matoa tersebar di hampir seluruh daerah Papua, tanaman ini tumbuh di tempat kering yang tidak tergenang oleh air.

Kulit dan bentuk dari buah ini sekilas seperti buah kedondong, dengan warna kulit hijau kecoklatan dengan bentuk oval. Cangkangnya tidak terlalu keras sehingga memudahkan untuk dibuka dan memiliki selaput tipis sebagai pembungkus di dalamnya, tekstur dari buah ini seperti buah kelengkeng yang sedikit kenyal. Buah ini memiliki kandungan yang kaya akan vitamin C dan E namun memiliki kandungan glukosa yang jenuh.

Aroma matoa memang mirip durian, dan beberapa orang mengatakan terlalu banyak makan matoa juga bisa membuat kita merasa tak karuan; mual dan pusing tidak jelas. Ini disebabkan karena kandungan glukosa pada matoa yang cukup pekat.

Selain rasanya yang unik, kita juga bisa mendapatkan manfaat untuk kesehatan dari buah ini. Seperti dibahas sebelumnya di atas, buah matoa adalah salah satu buah yang tinggi vitamin C dan vitamin E. Vitamin C jelas memberikan efek antioksidan dan baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Sementara vitamin E bisa membantu menjaga kesehatan arteri sehingga penyakit jantung koroner dapat dicegah, baik untuk peremajaan kulit dan juga bisa mengatasi mood swing yang memicu stres.

Saat ini matoa bisa ditemukan di toko-toko buah yang cukup besar dengan harga yang lumayan mahal. Namun Anda tidak akan rugi untuk mencobanya, apalagi dengan manfaat kesehatan yang dikandungnya.

Semoga bermanfaat!

Oleh Ariyanti S
(Dikutip dari berbagai sumber)