Manfaat Sehat Sembilan Bumbu Masak

28 April 2010 Artikel Kesehatan


Bumbu ekstra, seperti saus tomat dan saus cabai, mempunyai manfaat tersembunyi. Penelitian menunjukkan, bumbu, herbal, dan minyak yang Anda gunakan tidak hanya menambah rasa tetapi juga membantu menahan selera makan, meredakan gangguan pencernaan, meningkatkan kemampuan memori, serta melawan penyakit jantung dan kanker.

Berikut beberapa bumbu yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan kesehatan:

Suas tomat: Turunkan risiko penyakit kardiovaskular
Dosis harian: tiga hingga empat sendok makan

Kandungan lycopene (antioksidan kuat dalam saus tomat), terang peneliti dari United States Department of Agriculture (USDA) Betty Ishida, PhD, bisa memperlambat proses yang memicu aterosklerosis (penumpukan dan pengerasakan lemak di arteri).

Meskipun semua jenis kecap mengandung lycopene, studi yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa versi saus tomat organik mengandung lycopene 60 persen lebih banyak per gram dibandingkan brand konvensional. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa saus tomat organik mempunyai kadar vitamin A, C, dan E paling tinggi.

Tip penyajian: Gunakan saus tomat berwarna cerah untuk mendapatkan kandungan lycopene paling banyak dan oleskan di atas burger, gorengan dan panggangan atau padukan dengan dressing salad yang Anda gunakan.

Madu: melawan penuaan
Dosis harian: dua hingga empat sendok makan

Madu berwarna gelap, seperti buckwheat atau blueberry honey terang peneliti dari University of Illinois Urbana-Champaign, mengandung antioksidan paling banyak. Antioksidan berfungsi melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas, mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, penurunan kognitif, dan gangguan penglihatan.

Tips penyajian: Madu mempunyai rasa yang kuat dan cocok ditambahkan ke dalam oatmeal, yogurt tawar, dan teh.

Rosemary: untuk menhilangkan karsinogen bawaan dari makanan
Dosis harian: satu hingga dua sendok makan

Rosemary, menurut peneliti dari Kansas State University, meminimalkan atau membuang karsinogen (penyebab kanker) yang terbentuk saat proses memasak. Peneliti menemukan, daging sapi yang telah diberi rosemary sebelum dipanggang mengalami pengurangan heterocyclic amines (komponen penyebab kanker) sebanyak 30 hingga 100 persen.

Lobak pedas (horseradish): mendetoksifikasi tubuh
Dosis harian: satu per empat sendok teh

Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan, kandungan glucosinolates dalam akar dan daun tanaman horseradish (sejenis lobak) bisa meningkatkan kemampuan tubuh dalam mendetoksifikasi karsinogen dan menekan pertumbuhan tumor yang telah ada. Horseradish merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan akar tanaman ini yang telah diparut dan dipadukan dengan cuka.

Tips penyajian: Padukan dengan saus tomat atau mustard untuk dikonsumsi bersama sandwich, tambahkan ke dalam yogurt atau sajikan dengan daging domba dan ikan.

Minyak zaitun: Kuatkan memori jangka panjang
Dosis harian: beberapa sendok makan sehari

Minyak zaitun kaya akan asam oleat, asam lemak omega-9 yang selama proses pencernaan akan diubah menjadi oleoylethanolamide (OEA), hormon yang membantu menjaga kesehatan sel-sel otak. Peneliti dari University of California menemukan, binatang pengerat yang diberi makan OEA lebih bisa mengingat cara mengerjakan dua tugas dibandingkan binatang pengerat yang tidak diberikan OEA.

OEA ini, menurut peneliti, memberi sinyal ke area otak yang bertugas mengubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang."OEA kelihatannya merupakan bagian dari perekat yang membuat memori menempel," terang peneliti Daniele Piomelli, PhD, seperti dikutip situs perevention.com.

Kayu manis: Stabilkan kadar gula darah
Dosis harian: satu sendok teh

Serangkaian studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan, orang-orang yang menambahkan setengah hingga satu sendok teh kayu manis ke dalam makanan manis mereka mengalami lebih sedikit penambahan gula darah dibandingkan mereka yang tidak menambah kayu manis. Bumbu ini, menurut peneliti, menguatkan kepekaan insulin. Hal ini memungkinkan Anda menggunakan lebih banyak glukosa dalam darah serta menjaga kestabilan gula darah.

Saus cabai: menahan selera
Dosis harian: beberapa sendok

Sebuah studi yang dipublikasikan di European Journal of Nutrition menemukan, mengonsumsi satu makanan yang mengandung capsaicin (komponen pemberi rasa pedas dan panas) pada saus tidak hanya mengurangi kadar ghrelin (pemicu lapar) tapi juga meningkatkan GLP-1, hormon penekan selera makan.

Acar/asinan kol: meredakan gangguan pencernaan
Dosis harian: setengah cangkir

Acar atau asinan kol kaya akan bakteri probiotik seperti Lactobacillus plantarum (L. plantarum) yang membantu mengatasi masalah perut kembung dan rasa tidak nyaman terkait sindrom gangguan usus.

Lada hitam: cegah kanker
Dosis harian: sesuai selera lidah

Komponen piperine dalam lada hitam, berdasarkan temuan dari University of Michigan, membantu mengganggu proses perbanyakan sel dari stem cells pemicu kanker."Dengan membatasi stem cells, Anda membatasi jumlah sel-sel yang yang berpotensi membentuk tumor," terang pemimpin studi Madhuri Kakarala, MD, PhD, seorang dosen klinis bidang obat-obatan internal dari University of Michigan Medical School. (IK/OL-5)

sumber: medaiindonesia.com/mediahidupsehat