Mana Lebih Baik, Buah dan Sayur Dikonsumsi Secara Utuh atau Dijus?

25 April 2017 Artikel Kesehatan


Kita manusia paling sedikit memang membutuhkan serat sebanyak 25 gram dalam seharinya. Sedangkan kebutuhan akan serat tersebut didapatkan dari lima porsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Serat yang dibutuhkan tubuh tidak hanya akan membantu di dalam memperlancar sistem pencernaan makanan, tetapi juga dapat membantu untuk mengikat lemak jahat dan untuk pengaturan kadar gula darah. Beragam manfaat tersebut akan membuat semakin tingginya kesadaran masyarakat luas untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin, mineral, enzin serta air ini.

Berbagai bentuk olahan buah-buahan dan sayur-sayuran, mulai dari yang diolah menjadi salah hingga menjadi jus dalam kemasan akan membuat masyarakat tidak akan jarang bertanya, manakah yang lebih baik untuk mengkonsumsinya diantara semua bentuk olahan buah tersebut. Sedangkan nenek moyang kita dahulu tentu saja mengkonsumsi buah secara langsung dalam bentuk utuh. Buah dan sayur yang dikonsumsi tentu saja akan menyimpan begitu banyak kebaikan yang tidak akan rusak karena proses penghancuran atau pun proses pemanasan.

Beberapa orang juga mengkonsumsi jus buah atau pun sayur dengan alasan karena lebih praktis untuk dibawa dan dapat mengkonsumsi berbagai macam buah dan sayur dalam sekali minum. Pada beberapa kasus anak, mengkonsumsi buah dan sayuran dalam bentuk jus, sepertinya tampak lebih ‘bersahabat’ jika dibandingkan dengan mengkonsumsinya dalam hidangan makanan sehari-hari. Buah dan sayur yang diblender memiliki risiko penurunan vitamin, enzim, dan mineral karena terjadinya gesekan pisau blender yang menimbulkan panas.

Slow juicing merupakan suatu proses dimana penghancuran makanan secara perlahan (umumnya memang pada buah dan sayur) dengan menggunakan alat yang sering dinamalanslow juicer yang tidak menggunakan pisau seperti blender biasa. Di dalam proses penghancurannya, alat ini menggunakan seperti tekanan sehingga proses yang dilalui seperti halnya memeras buah dan sayur sehingga hanya tersisa ampasnya saja.

Sedangkan ampas yang dihasilkan lebih sedikit dan lebih kering jika dibandingkan dengan alat juice yang biasanya dipakai. Alat ini memiliki keunggulan di dalam proteksi enzim, vitamin dan juga mineral lebih baik jika dibandingkan dengan alat juicer biasa. Hasil akhir pada jus-nya juga lebih optimal, baik itu dalam segi warna (karena warnya terlihat lebih menarik) maupun rasa (lebih manis tanpa ada tambahan gula atau perasa lain). Namun dibalik kelebihan ini, harga dari alat tersebut, yaitu slow juicer tentu lebih mahal jika dibandingkan dengan blender atau juicer biasa.

Beberapa orang mungkin bosan dengan buah dan sayur utuh yang dikombinasikan dengan berbagai topping yang memang sungguh menggoda. Buah dan sayur ini yang memang sekedar ‘dipotong’ dan ditambahkan topping tentu masih banyak menyimpan kebaikan di dalam segi enzim, vitamin serta mineral di dalamnya. Namun yang perlu diingat adalah dalam pemilihantopping-nya. Jangan sampai kebaikan buah dan sayur ini dikalahkan oleh pemilihan topping yang salah. Sebagai contoh, tahukah Anda jika mayonnaise yang sering kali digunakan sebagai topping salad ini dibuat dari campuran antara minyak dan juga telur? sehingga bagi yang mengkonsumsinya dalam jumlah yang banyak akan berkonstribusi dalam pemenuhan asupan lemak sehari-hari. Topping mayonnaise ini terkadang masih diberikan juga campuran yang lain seperti susu kental manis atau pun sirup yang berkontribusi besar di dalam asupan gula sederhana. Oleh karena itu berhati-hatilah bagi penyandang diabetes dalam mengkonsumsinya.

Dalam pedoman gizi seimbang telah disampaikan bahwa kita dianjurkan untuk mengkonsumsi aneka sayur dan buah dan juga untuk menikmati keanekaragaman makanan. Jika di rumah hanya tersedia blender atau juicer biasa maka proseslah buah maupun sayuran tersebut tidak terlalu lama, cukup 20 detik saja. Konsumsilah jus buah dan sayur tersebut dengan sesekali dikunyak supaya enzim yang terdapat di mulut dapat membantu pencernaannya.

Jika suatu saat anda memilih mengkonsumsi buah dan sayur dalam bentuk salad, maka secara bijaklah juga didalam memilih topping saladnya. Percikan minyak zaitun atau perasan jeruk lemon atau jeruk nipis dan jus jeruk sederhana di atasnya. Tentu saja, jika tidak masalah di saluran pencernaan yang membuat Anda kesulitan untuk mengunyah, menelan, ataupun mencerna makanan, maka variasikanlah dengan sesekali mengkonsumsi buah dan sayur dalam bentuk utuh untuk memaksimalkan enzim, vitamin, dan juga mineral yang ada di dalamnya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)