Malaria Membahayakan Ibu Hamil

27 April 2010 Artikel Kesehatan


Jakarta, Kompas - Komplikasi malaria berbahaya bagi perempuan hamil. Bahkan, dapat mengakibatkan kematian. Demikian terungkap dalam pers briefing Hari Malaria Sedunia, Senin (26/4).

Malaria merupakan penyakit infeksi disebabkan parasit plasmodium yang hidup dalam sel darah merah manusia dan ditularkan oleh nyamuk malaria, anopheles.

Dokter spesialis anak dari RSUD Mimika, Jeanne Rini Poepoprodjo, mengatakan, malaria berdampak berat bagi ibu hamil karena menimbulkan anemia. Hal ini dapat mengakibatkan perdarahan dan kematian saat persalinan.

Dampak lainnya yaitu berat bayi saat lahir rendah, kelahiran prematur, keguguran, dan gangguan pertumbuhan anak yang berakibat pada kemampuan kognitif. Malaria juga dapat diturunkan ke anak yang lahir.

Jeanne mengatakan, di daerah endemik malaria seperti Timika, sekitar 18 persen perempuan hamil terkena malaria. Namun, sekitar 30 persen perempuan hamil yang sakit malaria itu tidak mengalami gejala. Menurut Jeanne, perempuan hamil di daerah endemik sebaiknya dideteksi dini status malarianya. Fasilitas deteksi dan pengobatan harus ada.

Sekitar 80 persen kabupaten/kota termasuk endemis malaria. Jumlah kasus klinis malaria di Indonesia tahun 2009, 1.143.024 orang dan kasus positif sebanyak 199.577 orang.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan, pengendalian malaria antara lain dengan obat antimalaria baru Artemisinin-based Combination Therapy, pendistribusian kelambu gratis, pos malaria desa, pendirian pusat malaria, dan pengendalian vektor.

Menteri Kesehatan Endang R Sedyaningsih telah meresmikan Malaria Center di Kabupaten Halmahera Selatan, menandai peringatan Hari Malaria Sedunia ke-3, 24 April 2010. (INE)

sumber: kompas.com