Makanan yang Lezat Akan Berbahaya Jika Mengandung Zat Ini...

1 April 2013 Artikel Kesehatan


Saat ini, makanan yang lezat tidak hanya ditentukan oleh cita rasa namun juga bisa dilihat dari tampilan. Banyak makanan yang memiliki tampilan menarik. Dari warna, rasa, tekstur dan aroma makanan dapat ditemui di sekitar kita. Namun apakah makanan tersebut aman? Sekilas mungkin kita akan berpikir bahwa makanan itu menggunakan bahan makanan yang aman namun tidak sedikit penjual dengan nakalnya mencampuri bahan dan zat yang berbahaya bagi manusia yang dapat mengganggu kesehatan.

Untuk itu supaya kita bisa berjaga-jaga agar tidak tertipu oleh makanan disekitar kita , anda harus mengenali beberapa zat adiktif yang ditambahkan dalam makanan dengan melihat label pada kemasan makanan tersebut. Berikut beberapa zat adiktif yang berbahaya bagi kita antara lain:

1. Butylated Hydrozyttoluene (BHT) dan Hydroxyanisole Butylated (BHA)
Jangka panjang mengonsumsi BHT dan BHA dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker, pembesaran hati, dan menghambat pertumbuhan sel.
Anda dapat menjumpai bahan BHT atau BHA dalam label makanan olahan dan juga dalam sereal, keripik kentang, minyak sayur, dan permen karet.

2. Pewarna Makanan
Makanan atau minuman yang beraneka warna, seperti biru, merah, hijau, dan kuning terang biasanya menggunakan tambahan zat pewarna. Pewarna makanan sering digunakan dalam minuman, makanan yang dipanggang, permen, buah koktail kalengan, sosis, dan gelatin.
Konsumsi jangka panjang makanan dengan zat pewarna dapat menyebabkan tumor di berbagai bagian tubuh seperti ginjal dan kelenjar adrenal (struktur berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal berfungsi untuk mengatur respon stress melalui sintesis kortikosteroid)

3. Olestra atau Margonda
Olestra atau margonda adalah jenis lemak buatan yang sering ditemukan dalam keripik kentang dan dapat mencegah penyerapan lemak sehat dalam sistem pencernaan. Dampak negatif dari bahan ini adalah diare, masalah usus, dan masalah pencernaan lainnya.

4. Sodium Nitrat dan Natrium Nitrit
Kedua bahan tersebut biasanya digunakan sebagai pengawet makanan atau pada produk daging olahan untuk membantu mempertahankan warna merahnya. Sayangnya, sodium nitrat dan natrium nitrit ini mengandung komponen kimia yang merupakan karsinogen jika terakumulasi dalam tubuh.
Akibatnya dapat menyebabkan masalah pada lambung, prostat, dan kanker payudara. Hal ini juga telah dikaitkan dengan kematian janin, keguguran, dan prematur. Untuk itu, pastikan untuk memilih produk daging yang bebas nitrat atau nitrit, biasanya dari peternak atau penjual daging lokal.

5. Monosodium Glutamat (MSG)
Penyedap rasa MSG, sangat sering Anda jumpai dalam makanan sehari-hari yang dapat ditemukan dalam sup kalengan, keripik, kerupuk, saus salad, dan makanan olahan. Bahan ini juga sering disamarkan dalam label makanan dengan kata, seperti 'rempah-rempah', 'bumbu alami', atau 'bumbu'.
Efeknya dapat menyebabkan pusing, mual, perubahan suasana hati, dan mudah lelah

6. Propyl Gallate
Beberapa produsen yang menginginkan produk makanannya tahan lama, biasanya dapat memilih menambahkan bahan pengawet propyl gallate dalam sup ayam instan, permen, dan dalam beberapa produk daging olahan. Efek dari propyl gallate dicurigai sebagai karsinogen dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, ginjal, dan masalah hati.

7. Aspartam
Aspartam sering digunakan sebagai tambahan rasa manis dalam yogurt, puding, soda, dan makanan manis lainnya. Efek buruk aspartam adalah dapat menyebabkan keracunan makanan, merusak gigi, meningkatkan gula darah, dan menyebabkan kegemukan.

8. Kalium bromat
Bahan ini sering digunakan sebagai agen bleaching yang membuat tepung terlihat putih dan biasanya dicampurkan dalam adonan roti. Sebuah studi menemukan bahwa kalium bromat dapat menyebabkan kanker.

9. Minyak sayur terhidrogenasi
Minyak ini dikenal sebagai lemak trans, yang dapat ditemukan dalam popcorn, keripik, kue kering, kue, pie, gajih, margarin, dan minyak kelapa yang tidak murni. Akibat jangka panjang terhadap paparan minyak sayur terhidrogenisasi adalah penyakit kardiovaskular seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung lainnya.

(Dikutip dari berbagai sumber)