Makanan Sehat untuk Penderita Prostat

2 Februari 2011 Artikel Kesehatan


Penyakit pria prostat, memang menjengkelkan seperti hal penyakit lainnya yang bisa membuat si penderita stres berat. Prostat seharusnya menjadi alasan untuk segera berolahraga guna menghindari obesitas pula, makan sayuran dan menjaga komsumsi lemak rendah.

Bila buang air kecil sudah di luar kebiasaan atau normal, patut dicurigai dan harus segera kontrol ke dokter. Karena kemungkinan itu gejala prostat. Lalu makanan apa yang harus dihindari untuk menghindari prostat?

Prostat adalah sebuah kelenjar kecil sebesar buah kenari yang membungkus bagian atas uretra, saluran pembuangan yang berasal dari kandung kemih. Organ ini berfungsi mengeluarkan campuran cairan dan enzim yang diperlukan sperma agar tetap sehat.

Seiring pertambahan usia, prostat mudah terinfeksi dan terserang penyakit. Pembengkakannya pun bisa mengganggu proses buang air kecil. Selain sering buang air kecil, gejala lainnya, yakni darah dalam air kemih, sulit pada awal buang air kecil, dan aliran yang lambat.

Risiko pembesaran prostat, juga disebut benign prostatic hyperplasia (BPH), meningkat sekitar 4 persen selama setahun pada pria setelah usia 55 tahun. Pada usia 60 tahun, setengah dari pria akan mengalami BPH. Angka itu melonjak hingga 95 persen pada usia 85 tahun.

Artikel yang dirilis Mayo Clinic menunjukkan efek diet dan suplemen untuk prostat. Artikel tersebut menyebutkan faktor-faktor gaya hidup yang bermanfaat untuk mencegah prostat. Di antaranya:

Aktivitas fisik tingkat tinggi dan tidak ada belly fat atau lemak perut. Diet rendah lemakLima atau lebih porsi sayuran sehari.
Artikel ini juga menyebutkan beberapa spesifikasi nutrisi seperti:

- Vitamin C dari sayuran yang dikaitkan dengan risiko rendah BPH. Sayuran tinggi vitamin C, termasuk paprika, brokoli, kubis Brussel, kembang kol, kale, dan tomat atau jus sayuran.

- Makanan tinggi kandungan seng juga bermanfaat, meliputi kerang, kepiting, kacang panggang, bebek, domba, dan daging sapi.

Sumber: poskota.co.id