Makanan Sehat untuk Anak

1 Oktober 2009 Artikel Kesehatan


Sebagian besar orang tua telah mengetahui bahwa minuman bersoda yang mengandung banyak gula dan keripik kentang bukanlah makanan yang paling sehat untuk putra-putri mereka. Namun tak banyak tahu benar seberapa sehat makanan kemasan yang acap mereka berikan pada anak-anak mereka.

Makanan dalam kemasan banyak diklaim sebagai makanan yang sehat. Produsen makanan biasanya mencantumkan kandungan nutrisi produknya pada kemasan. Namun penelitian baru yang dilakukan di Kanada menunjukkan tak selamanya kandungan nutrisi yang tercantum di bungkus makanan benar-benar terkandung di dalam makanan tersebut.

Dalam studi ini para peneliti dari University of Calgary menganalisis kandungan nutrisi dari sekitar 360 produk makanan dalam kemasan yang sering diklaim oleh produsennya sebagai makanan sehat. Dalam studi ini peneliti tidak memasukkan makanan cepat saji.

Hasilnya menunjukkan hampir 90 makanan dalam kemasan yang diperuntukkan bagi anak-anak tidak memenuhi standar gizi. Yang lebih mengejutkan, lebih dari 62 makanan tersebut masuk dalam kategori miskin gizi.

"Kebanyakan orang tua menganggap suatu produk bergizi dilihat dari klaim daftar zat gizi tertentu yang tercantum di kemasan, Charlene Elliott, profesor komunikasi dan budaya dari University of Calgary. "Studi ini menunjukkan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar."

Studi yang didanai oleh Institut Kesehatan Kanada dan telah dipublikasikan Juli lalu di Obesity Reviews menunjukkan bahwa keberhasilan penjualan produk harus diikuti dengan pemberian pemahaman yang sebenarnya atas produk tersebut. Orang tua sudah selayaknya menilai suatu produk tidak sekadar dari kemasan.

Untuk menilai kandungan gizi makanan yang diuji, dalam studi ini peneliti menggunakan standar gizi yang dibuat oleh Pusat Ilmu Pengetahuan untuk Kepentingan Umum yang berbasis di Washington yang dikombinasikan dengan panduan dari National Alliance for Nutrition and Activity, serta koalisi dari 275 organisasi kesehatan dan nutrisi AS.

Mengetahui tidak semua makanan yang dihual di pasaran mengandung kandungan gizi yang sempurna, panduan ini mencantumkan batas toleransi pada kandungan lemak, gula, dan garam dalam makanan.

Makanan dikatakan miskin nutrisi jika lebih dari 35 dari total kalori yang terdapat di dalamnya berasal dari lemak. Pun demikian dengan makanan yang lebih dari 35 kandungannya adalah gula.

Adapun jumlah maksimal garam yang boleh terkandung dalam makanan adalah 770 mg, untuk pizza dan sandwich sekitar 600 mg; dan untuk makanan yang disiapkan sendiri seperti sereal dan sup batasnya adalah 480 mg.

Di AS, hukum mengharuskan pencantuman label makanan yang mencakup sejumlah informasi yang memadai sehingga pembeli dapat menghitung semua kandungan makanan tersebut. (Nur Hidayatullah-13)

Sumber: Suaramerdeka.Com