Makanan Beku Tak Sehat? Belum Tentu

23 November 2011 Artikel Kesehatan


Kompas.com - Makanan segar memang lebih sedap dikonsumsi dan kadar nutrisinya lebih tinggi. Akan tetapi makanan beku pun tak kalah. Malah makanan beku yang dipetik dalam kondisi matang dan sedang musimnya merupakan pilihan yang sehat.

Buah yang dipanen dalam kondisi matang dan langsung dibekukan nutrisinya bisa bertahan sampai 12 bulan. Sementara itu buah yang dipetik dalam kondisi belum matang untuk menghindari pembusukan saat dikirimkan ke tempat penjualan, memiliki nutrisi yang lebih sedikit.

Pada dasarnya teknologi produksi makanan beku hanya memperlambat laju kerusakan bahan pangan dengan pengaturan suhu penyimpanan. Karena itu harus diusahakan agar makanan tetap dalam suhu rendah.

Pilihlah makanan beku atau kalengan yang tidak diberi pengawet seperti gula. Untuk sayuran pilih yang tidak dicampurkan dengan bahan lain seperti keju dan berkadar garam rendah.

Sementara itu untuk ikan yang dikemas dalam kalengan, secara umum dapat dikatakan nilai gizinya cukup baik, khususnya protein, vitamin, dan mineral.

Bila dibandingkan dengan bahan segarnya, memang kandungan gizi produk olahan lebih rendah, khususnya vitamin B dan C, yang sensitif terhadap panas. Akan tetapi kandungan mineral meningkat karena ada tambahan dari komponen bumbu yang ditambahkan.

Yang harus diwaspadai saat membeli ikan kalengan adalah adanya kebocoran wadah karena penutupan kurang baik atau bahan baku dibiarkan kontak terlalu lama dengan udara waktu persiapan.