Magnesium Dapat Mengurangi Risiko Kanker Usus

9 Juni 2010 Artikel Kesehatan


Penelitian baru dari Jepang menyebutkan bahwa konsumsi magnesium dapat mengurangi risiko seseorang mengidap kanker usus hingga lebih dari 50 persen. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Nutrition, mengkonsumsi mineral sedikitnya 327 miligram per hari dapat mengurangi risiko kanker usus pada laki-laki sebanyak 52 persen, dibandingkan dengan mengkonsumsi kurang dari 238 miligram mineral per harinya. Sedangkan pada wanita, belum ada keuntungan yang diuji dari konsumsi magnesium ini.

Peneliti dari Pusat Kanker Nasional Jepang di Tokyo melakukan penelitian dan menemukan bahwa sumber magnesium antara lain sayuran berdaun, sayuran hijau, daging, tepung, biji padi, kacang-kacangan, dan susu. Survei sebelumnya menunjukkan bahwa porsi besar untuk orang dewasa tidak dapat memenuhi asupan magnesium yang dianjurkan (RDA). Asupan yang dianjurkan adalah 320 miligram untuk wanita dan 420 miligram untuk laki-laki per harinya.

Laporan dalam penelitian itu juga menjelaskan bahwa magnesium adalah salah satu mineral yang paling cepat berkembang dalam kategori makanan dan makanan tambahan, seperti juga kalsium. Untuk penelitian ini, peneliti Jepang telah merekrut 87.117 orang dengan usia rata-rata 57 tahun dan dilakukan selama sekitar delapan tahun. Asupan makanan yang diteliti kemudian dianalisis melalui kuisioner frekuensi makan (FFQ). Asupan magnesium rata-rata untuk pria adalah 284 miligram per hari. Sedangkan untuk wanita adalah 279 miligram per hari.

Selama penelitian, sebanyak 689 kasus kanker usus pada laki-laki dan 440 kasus kanker usus pada wanita didokumentasikan. Laki-laki dengan konsumsi magnesium sedikitnya 327 miligram per hari memiliki tingkat risiko kanker usus 52 persen lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki yang mengkonsumsi sedikit magnesium.

Kanker usus menyumbang sembilan persen untuk kasus kanker baru di seluruh dunia setiap tahunnya. Tingkat kejadian tertinggi ada di negara-negara maju. Sedangkan Asia dan Afrika mencatat tingkat kasus kanker usus terendah di dunia. Kanker usus adalah salah satu kanker yang paling banyak disembuhkan jika dilakukan diagnosis cepat.

Tinjauan terakhir dari Journal of the American Academy of Nurse Practitioners melaporkan bahwa asupan mineral yang tinggi dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner pada laki-laki. Namun belum terbukti untuk kasus yang menimpa pasien wanita. Jurnal dari Universitas Brigham Young merekomendasikan konsumsi magnesium melalui asupan mineral yang ada dalam lebih dari 300 proses biokimia dalam tubuh.

Sementara itu, menurut ahli biokimia Prof. dr. Alfred Djajakusuma, penelitian serupa mengenai fungsi magnesium untuk mengurangi risiko kanker usus belum pernah dilakukan di Indonesia. Belum ada penelitiannya di Indonesia, katanya ketika dihubungi Tempo melalui telepon di Jakarta, Selasa, 8 Juni 2010.

Magnesium, kata Alfred, memiliki fungsi sebagai katalisator. Untuk mempercepat reaksi dalam tubuh, kata dia. Magnesium, lanjutnya, banyak dikandung dalam sayur-sayuran. Apa pun yang ditanam di bumi atau di tanah mengandung magnesium, kata Alfred.

FANNY FEBIANA

Sumber: FAMILIES ONLINE MAGAZINE (tempointeraktif.com)