Laptop Sebabkan Kulit Terbakar

7 Oktober 2010 Artikel Kesehatan


Para ilmuwan memperingatkan menaruh laptop di pangkuan terlalu lama mungkin tak baik bagi kulit paha karena akan menyebabkan kondisi yang disebut 'sindrom kulit terbakar'.

Sebuah laporan medis juga telah menemukan bahwa meletakkan gadget itu di dekat kulit dalam jangka waktu lama memang dapat menyebabkan sindrom kulit terbakar. Dalam jangka panjang, kondisi itu biasanya menyebabkan timbulnya bintik-bintik pada kulit.

Dalam sebuah kasus, seorang bocah berusia 12 tahun kulit pahanya berubah warna menyerupai pola spons karena bermain game di laptop beberapa jam setiap harinya selama beberapa bulan. "Ia menyadari bahwa laptopnya mengeluarkan udara panas di sisi kiri, tapi ia membiarkannya dan tidak mengubah posisi duduknya," kata peneliti asal Swiss. Andreas Arnold dan Peter Itin dari Universitas Hospital Basel yang menganalisis kasus itu.

Dalam kasus lain, seorang siswi jurusan hukum di Virginia juga mengalami perubahan warna pada pahanya akibat terpapar panas benda elektronik. Dr Kimberley Salkey, yang merawat siswi itu sebelumnya tak mampu menganalisis sumber penyebab hal tersebut hingga akhirnya ia menyadari perubahan warna itu disebabkan sang siswi kerap menghabiskan waktu hingga 6 jam per hari untuk mengerjakan tugas dengan laptop yang diletakkan di pangkuannya.

Permanen
Tercatat, panas yang dihantarkan laptop berkisar 52 derajat celsius. Kasus yang terjadi pada 2007 itu merupakan salah satu dari 10 kasus serupa yang dilaporkan di jurnal medis selama enam tahun belakangan.

Meski dinilai tak terlalu membahayakan kesehatan, efeknya kulit akan menghitam secara permanen. Dimungkinkan pula, hal itu dapat mengarah ke kanker kulit, kata peneliti Swiss. Karena itu, untuk menghindari hal buruk yang disebabkan laptop, ada baiknya Anda meletakkan tatakan atau lapisan lain di bawah laptop bila ingin menggunakannya di pangkuan Anda. (Pri/OL-06)

Sumber: mediaindonesia.com