Lakukan 4 Langkah Mudah untuk Mengistirahatkan Otak yang Penat

16 Februari 2014 Artikel Kesehatan


Memang menyenangkan, bisa berinteraksi dengan teman dan kolega melalui situs pertemanan seperti Facebook atau Twitter. Tapi tanpa sadar, kehidupan modern yang tak pernah lepas dari media sosial justru kurang baik untuk kesehatan otak. Otak mendapat luapan informasi sehingga otak kesulitan mengolahnya. Masih saja memantau kabar dari Facebook dan Twitter padahal sudah waktunya tidur? Atau selalu mengecek email ketika terbangun di pagi hari?

Jika iya, wajar bila Anda sering merasa lelah dan penat. Penyebabnya karena otak mendapat terlalu banyak informasi sehingga kesulitan mengolahnya. Tenang, Anda tidak sendiri karena banyak orang lain yang juga mengalaminya. Mengatasi kepenatan-kepenatan itu, psikolog Maria Konnikova punya sebuah saran simpel. "Ambil napas, berjalan mudur, dan pikirkan kembali kebiasaan apa yang menghabiskan waktu Anda."

Apa yang harus dilakukan agar otak lebih segar dan dapat memproses informasi dengan baik? Dikutip dari News.com.au, Selasa (11/2/2014), inilah empat rekomendasi mudah untuk mereka yang ingin menginstirahatkan otak.

1. Batasi dan Me-log off akun media sosial

Masih ingat masa-masa ketika internet belum eksis? Saat itu orang-orang berkumpul dan membagi informasi melalui cara yang berbeda dengan kini. Bahkan beberapa tahun lalu, ketika ponsel pintar belum marak, kita punya lebih banyak waktu untuk menginstirahatkan pikiran. Tapi kini, rutinitas sehari-hari seolah menjadi itu-itu saja. Bekerja, beralih dari satu tugas ke tugas lain, dari Facebook ke twitter, lalu ke email, dan kemudian ke pekerjaan lagi.

"Masalah datang ketika kita mulai melakukan semua hal tersebut secara bersamaan, saat kita mulai ber-multitasking, dan dengan sangat cepat mengalihkan perhatian dari sebuah artikel ke sebuat tweet, kemudian ke postingan di Facebook. Kita seperti ada di semua tempat," jelas Konnikova. Untuk mengatasi kepenatan otak, Konnikova menyarankan untuk membuat aturan dan batasan mengenai penggunaan internet. Batasi hanya satu situs dalam satu waktu dan log off akun-akun tersebut. Jika masih kesulitan melakukannya, gunakan aplikasi yang bisa membatasi jumlah situs yang dibuka.

2. Tidur

Banyak orang yang tidak mendapat cukup tidur. Jangan menyalahkan pekerjaan atau orang lain, solusi atas semua permnasalah tidur terkait dengan diri sendiri. Anggapan membayar hutang tidur di akhir pekan juga bukan merupakan solusi yang tepat. Jika setiap malam Anda kesulitan mendapat tidur yang berkualitas, hal pertama yang harus dilakukan ialah menyingkirkan semua piranti elektronik dari kamar tidur. Pastikan tidak ada distraksi selama tidur, baik dari televisi, ponsel pintar, maupun laptop. Ketika tidur, otak harus benar-benar bersantai dan tidak dijejali dengan informasi-informasi baru.

3. Selalu memperhatikan

Saran dari Konnikova atas berlebihnya informasi adalah dengan memerhatikan, sebagaimana yang terdapat dalam bukunya, Mastermind: How to Think Like Sherlock Holmes. "Dia sering hanya duduk di kursi tanpa melakukan banyak hal," papar wanita itu. Sisihkan waktu setiap hari, misal selama 10 menit, untuk tidak melakukan apa pun. Otak sama seperti otot yang berkembang ketika diistirahatkan seusai olahraga. Dengan mengistirahatkan otak, otak akan lebih mudah untuk memerhatikan dan fokus dalam waktu yang lama.

4. Satu waktu, hanya satu pekerjaan

Terus menerus melakukan banyak hal secara bersamaan membuat otak lelah. Sayangnya, masa kini adalah masa di mana orang yang bisa mengerjakan beberapa tugas sekaligus secara bersamaan sangat dihargai, meski hasilnya kurang ideal. Lantas bagaimana caranya agar bisa berhenti melakukan multitasking, padahal kantor menuntut pekerja untuk melakukan itu? Caranya ialah dengan berfokus mengerjakan satu tugas dan disiplin dalam menerapkannya. Tak perlu melakukan semua tugas bersamaan, cukup satu per satu waktu.

"Pikiran itu seperti otot, ia bisa tumbuh lebih kuat dan lebih besar. Anda bisa lebih mudah fokus, dan dalam waktu yang labih panjang," imbuhnya.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)