Kurang Vitamin D Picu Hipertensi

1 Oktober 2009 Artikel Kesehatan


Dalam studi yang dipresentasikan di the American Heart Associations 63rd High Blood Pressure Research Conference ini, para peneliti melibatkan 559 partisipan perempuan berusia di akhir 20-an, 30-an, dan awal 40-an, selama 15 tahun. Kadar vitamin D mereka diukur di awal studi. Kemudian, tekanan darah mereka diukur setiap tahun. Di akhir studi ditemukan, sekitar 1 dari 4 partisipan mengalami tekanan darah tinggi saat mencapai umur 53.

Menurut pemimpin studi Flojaune C. Griffin, MPH, kekurangan vitamin D di awal kehidupan merupakan salah satu indikator hipertensi dalam sepuluh tahun mendatang. Akan tetapi, terang Griffin, ini masih merupakan data awal, sehingga tidak bisa langsung dipastikan menjadi penyebab hipertensi."Akan tetapi, ini merupakan contoh bagaimana kondisi di usia muda mempengaruhi kesehatan di usia selanjutnya," tutur Griffin, seperti dikutip situs webmd.

Vitamin super

Studi ini bukanlah studi pertama yang menyatakan kalau vitamin D bisa membantu mencegah penyakit jantung. Beberapa studi baru-baru ini juga telah mengindikasikan kalau kekurangan vitamin D merupakan sumber berbagai penyakit, termasuk berbagai jenis kanker, radang sendi, diabetes, multiple sclerosis, bahkan tuberculosis.

Akan tetapi, kaitan dengan penyakit ini belum terbukti, kecuali penyakit tulang (seperti rakitis dan osteoporosis) yang memang sangat berkaitan dengan kekurangan vitamin D.

Bagaimana cara memenuhi asupan vitamin D? Cara termudah tentunya dengan mendapatkan paparan sinar matahari pagi (di bawah jam 10). Tubuh akan menggunakan sinar ultraviolet dari matahari untuk membuat vitamin D. Selain itu, Anda juga bisa menambah asupan vitamin D melalui makanan seperti susu, yogurt, roti, dan sereal yang telah diperkaya dengan vitamin D. Akan tetapi, menurut para ilmuwan, akan sangat sulit memenuhi asupan vitamin D kalau hanya melalui makanan saja.

Bagaimana dengan suplemen? Menurut Griffin, belum ada kesepakatan umum mengenai dosis yang optimal. Sebagian besar multivitamin mengandung 400 internasional unit (IU) vitamin D. Akan tetapi, terang Griffin, sebagian besar studi yang dilakukan akhir-akhir ini menyatakan kalau dosis optimal sebaiknya mendekati 10 kali lipat dari jumlah yang biasa dikandung multivitamin.

"Sangat penting untuk menghindari kanker kulit akibat paparan matahari. Akan tetapi, paparan beberapa menit sehari sebelum Anda memakai sunscreen merupakan cara yang baik memenuhi asupan vitamin D." (OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat