Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Kegemukan

12 Juli 2011 Artikel Kesehatan


JAKARTA - Mungkin tidak ada yang percaya bahwa kegemukan bertalian erat dengan kurang tidur. Padahal kurang tidur merupakan salah satu faktor penyebab kenaikan berat badan seseorang.
Hasil riset yang dipublikasikan di Swedia menyebutkan, kurang tidur memberikan pengaruh terhadap kenaikan berat badan. Pengaruh itu disebabkan saat tidak tidur kebanyakan individu cenderung mengkonsumsi makanan dalam jumlah berlebih.

Kesimpulan serupa juga dipublikasikan Pusat Penelitian Obesitas, Marie-Pierre St-Onge, St. Luke Rosevelt Hospital, AS. Dari riset yang melibatkan 30 pria dan wanita berusia 30-an dan 40-an dengan berat badan normal itu disebutkan mereka yang kurang tidur mengkonsumsi makanan lebih banyak ketimbang individu dengan pola tidur normal.

Dikatakan peneliti, mereka yang kurang tidur mengonsumsi makanan 300 kalori lebih banyak ketimbang mereka dengan pola tidur normal. Jadi, mereka dengan pola tidur normal hanya membutuhkan 2500 kalori dalam sehari sementara individu dengan pola tidur buruk membutuhkan 2.800 kalori per hari.

"Jika itu dibiarkan, maka individu yang bersangkutkan berpotensi terkena obesitas," tulis peneliti dalam American Journal of Clinical Nutrition. Selain berisiko obesitas, peneliti juga menemukan efek lain seperti metabolisme berjalan lambat, kurang energi dan hilangnya hormon pengontrol nafsu makan.

Menanggapi temuan tersebut, peneliti dari University of Pennsylavania, Michael Grandner menilai temuan riset tidak membuktikan secara utuh bahwa kurang tidur menyebabkan kenaikan berat badan. Meski demikian, Grandner mengatakan, tidur atau beristirahat selama 9 jam merupakan prioritas yang harus diperhatikan setiap individu. "Jika anda berniat diet, dan mencoba hidup sehat. Jangan abaikan tidur," kata dia seperti dikutip dari alarabiya, Senin (11/7).

Namun, Grandner sependapat dengan efek kurang tidur menyebabkan tubuh kehilangan kontrol rasa lapar. Menurut dia, ketika anda terjaga dari kantuk lalu lapar, maka tidak ada lagi perhitungan apakah kalori yang dibutuhkan tubuh sudah cukup atau tidak. "Ketika anda lapar, yang terpikirkan adalah makanan apa yang membuat anda kenyang," kata dia.

Grandner menambahkan ketika tidur, tubuh memproduksi hormon penunda lapar. Produksi hormon itu yang tidak terjadi pada saat individu kurang tidur. "Anda mencoba untuk mengendalikan berat badan Anda, ada baiknya anda tidur," pungkasnya.

Sumber: alarabiya, republika.co.id