Kurang Tidur, Anak Sering Berkemih di Malam Hari

8 Februari 2012 Artikel Kesehatan


Sering berkemih terutama pada malam hari adalah salah satu gejala dini pembesaran prostat jinak (BPH), yang banyak dialami pria di atas usia 40 tahun. Tetapi jangan salah, kondisi ini juga dapat menimpa anak-anak, khususnya mereka yang kekurangan waktu tidur.

Penelitian para ahli dari Aarhus University Hospital Denmark mengindikasikan, kurang tidur dapat memengaruhi kondisi kesehatan anak berusia delapan dan 12 tahun. Tidur yang tidak cukup membuat mereka lebih sering berkemih, mengeluarkan lebih banyak kadar sodium dalam urine dan mengalami perubahan hormon dalam tubuh yang berperan penting mengatur ekskresi. Tidak hanya itu, temuan juga mengindikasikan, kurang waktu tidur pada anak dapat memicu tingginya tekanan darah dan detak jantung.

Dalam risetnya, peneliti melibatkan sekelompok anak sehat dari dua jenis kelamin yang kemudian diminta untuk tinggal di rumah sakit berturut-turut selama dua hari. Hari pertama digunakan peneliti untuk mengumpulkan informasi dan data-data mendasar seperti data urine, tekanan darah, denyut jantung, dan pengukuran fisiologis lainnya.

Hari kedua digunakan peneliti untuk mengkaji nilai-nilai tersebut selama dan setelah anak-anak dikondisikan kurang tidur. Hasil informasi yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan catatan kebiasaan tidur sehari-hari anak, yang diperoleh dari orang tua mereka.

Pada malam kedua (jam 8 malam), anak-anak diminta untuk berada dalam posisi terlentang di tempat tidur (dalam sebuah ruangan yang remang-remang). Mereka tidak diperbolehkan melakukan aktivitas fisik, makanan dan minum sampai jam 7 pagi. Sementara pada kelompok lain, anak-anak diminta untuk terus tetap terjaga selama mungkin sepanjang malam.

Hasilnya diketahui bahwa kurang tidur memiliki efek dramatis pada ekskresi urin di malam hari, dengan peningkatan rata-rata 68 persen. Bahkan kadar sodium dalam urin pada anak yang kurang tidur malam lebih tinggi sepertiga ketimbang anak yang waktu tidurnya normal.

Tingkat hormon yang terkait dengan air dan ekskresi sodium juga memiliki banyak perbedaan pada anak yang kurang tidur. Peneliti juga mencatat, kurang tidur pada anak secara signifikan dapat memicu tekanan darah dan denyut jantung lebih tinggi (sama antara laki-laki dan perempuan). Riset dipublikasikan dalam American Journal of Physiology - Renal Physiology.

Sumber: kompas.com